16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Garis tangan sudah ditentukan Yang Maha Kuasa, terutama dalam hal pekerjaan. Hobi utak-atik kreasi kerajinan kini justru menjadi penopang hidup diri dan keluarganya.

Itulah yang dialami wanita asal Singaraja, Putu Suandewi. Sejak mendapat ajakan dari seorang bule asal Prancis, Suandewi pun mulai bergelut dalam bisnis kerajinan, khususnya membuat aneka produk berbahan kepompong atau istilah Inggrisnya cocoon.

Sejak ada tawaran dari bule tersebut, Suandewi bersemangat membuat aneka kerajinan berbahan baku kepompong. Dia pun mampu membuat hasil karya yang berkualitas.

Bule yang sejak awal merangsang dan memberikan semangat ternyata tidak pernah nongol lagi. “Mungkin inilah jalan hidup saya. Kami sempat mencoba menelepon bule itu, sebenarnya hanya ingin mengucapkan terima kasih,’’ terang istri Gde Budi Darma.

Wanita kelahiran Singaraja, 5 Agustus 1975 yang alumni SMAN 1 Singaraja tahun 1994 ini memiliki hobi kreasi, membuat pernak-pernik serta doyan membaca buku.

Setiap pergi ke pusat perbelanjaan, dia selalu menyempatkan diri masuk ke toko buku untuk membaca apa saja yang belum pernah diketahuinya.

Sejak kuliah di Yogyakarta, dia tertantang untuk membuat aneka kerajinan. Waktu itu mencoba berkreasi membuat kerajinan pas bunga, tetapi hasilnya belum maksimal. Setelah ketemu dengan bule asal Prancis baru dia bersemangat dan akhirnya mampu berkarya.

Sampai saat ini sudah banyak jenis kerajinan yang dapat dibuat dengan bahan baku kepompong. Di antaranya, jepit rambut, anting-anting, kalung, sepatu/sandal, tas, lampu, tempat tisu dan banyak jenis lainnya.

‘’Saya mencoba memperkenalkan aneka jenis kerajinan kepompong melalui pameran yang menyasar pasar ekspor seperti PPE tahun 2007. Pameran yang dibantu Pemkot Denpasar ini ternyata mendapat sambutan bagus dari para pengunjung.

Hal ini dibuktikan hasil penjualan secara ritel maupun pesanan sudah berdatangan. Hanya saya masih ada rasa ketakutan, pesanan dalam partai besar nantinya akan terhadang masalah pasokan bahan baku. Selama ini bahan baku masih didatangkan dari beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi,’’ tegasnya. *sta

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost