Garis
tangan sudah ditentukan Yang Maha Kuasa, terutama dalam
hal pekerjaan. Hobi utak-atik kreasi kerajinan kini justru
menjadi penopang hidup diri dan keluarganya.
Itulah yang dialami wanita asal Singaraja, Putu Suandewi.
Sejak mendapat ajakan dari seorang bule asal Prancis, Suandewi
pun mulai bergelut dalam bisnis kerajinan, khususnya membuat
aneka produk berbahan kepompong atau istilah Inggrisnya
cocoon.
Sejak ada tawaran dari bule tersebut, Suandewi bersemangat
membuat aneka kerajinan berbahan baku kepompong. Dia pun
mampu membuat hasil karya yang berkualitas.
Bule yang sejak awal merangsang dan memberikan semangat
ternyata tidak pernah nongol lagi. “Mungkin inilah
jalan hidup saya. Kami sempat mencoba menelepon bule itu,
sebenarnya hanya ingin mengucapkan terima kasih,’’
terang istri Gde Budi Darma.
Wanita kelahiran Singaraja, 5 Agustus 1975 yang alumni SMAN
1 Singaraja tahun 1994 ini memiliki hobi kreasi, membuat
pernak-pernik serta doyan membaca buku.
Setiap pergi ke pusat perbelanjaan, dia selalu menyempatkan
diri masuk ke toko buku untuk membaca apa saja yang belum
pernah diketahuinya.
Sejak kuliah di Yogyakarta, dia tertantang untuk membuat
aneka kerajinan. Waktu itu mencoba berkreasi membuat kerajinan
pas bunga, tetapi hasilnya belum maksimal. Setelah ketemu
dengan bule asal Prancis baru dia bersemangat dan akhirnya
mampu berkarya.
Sampai saat ini sudah banyak jenis kerajinan yang dapat
dibuat dengan bahan baku kepompong. Di antaranya, jepit
rambut, anting-anting, kalung, sepatu/sandal, tas, lampu,
tempat tisu dan banyak jenis lainnya.
‘’Saya mencoba memperkenalkan aneka jenis kerajinan
kepompong melalui pameran yang menyasar pasar ekspor seperti
PPE tahun 2007. Pameran yang dibantu Pemkot Denpasar ini
ternyata mendapat sambutan bagus dari para pengunjung.
Hal ini dibuktikan hasil penjualan secara ritel maupun pesanan
sudah berdatangan. Hanya saya masih ada rasa ketakutan,
pesanan dalam partai besar nantinya akan terhadang masalah
pasokan bahan baku. Selama ini bahan baku masih didatangkan
dari beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi,’’
tegasnya. *sta
|