Kabupaten
Klungkung, khususnya Kecamatan Dawan seharusnya memiliki produk
unggulan yang diyakini mampu meningkatkan pendapatan dan taraf
ekonomi masyarakat. Sayang, sejauh ini produk unggulan berupa
produksi gula nira (gula merah dari nira kelapa) bisa dikatakan
terbuang, karena masih diolah secara manual.
Akibatnya kualitas produksi maupun harga jual di pasaran,
berada di bawah standar. Padahal, dari data yang ada, gula
merah produksi Dawan sudah diminati masyarakat hingga mancanegara.
Terutama Jepang.
Kasubdin Pembinaan Sektor Informal Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Klungkung, Komang Alit
Arta Sedana atas petunjuk Kadisperindag, IB. Adnyana, Kamis
(15/11) kemarin menyebutkan, produksi gula nira di empat desa
di Kecamatan Dawan, Besan, Dawan Klod, Dawan Kaler dan Desa
Pikat, mencapai 1 ton per hari dengan menggunakan sistem manual
(tradisional).
Seharusnya, melihat ketersediaan bahan baku yang sangat memadai,
produksi gula nira bisa mencapai 3 ton setiap hari. Jumlah
pengusaha kecil pengolah gula nira diempat desa itu mencapai
384 usaha. ‘’Melihat bahan baku dan potensi yang
melimpah, kami akan upayakan dengan pengolahan menggunakan
teknologi tepat guna (TTG),’’ ujarnya.
Menuju arah itu, Disperindag tengah mempersiapkan proses pembelian
mesin dan tungku pembakaran bahan guna nira. Dengan TTG, hasil
produksi bukan semata gula merah, juga gula semut (gula pasir).
‘’Apalagi, perhatian pemerintah sekarang mulai
menggeliat untuk pengembangan usaha gula nira itu. Terbukti,
tahun 2007 sudah dicairkan anggaran Rp 100 juta,’’
tambahnya.
Disebutkan, harga gula nira jika dijual di warung-warung atau
pasar, sekitar 5.500 hingga 8.000 per kilogram. Penjualannya
bukan hanya di wilayah Klungkung. Juga sampai ke Kabupaten
Bangli dan Gianyar.
‘’Bahkan sudah diekspor ke Jepang. Sayang, yang
diekspor itu sudah diakui oleh daerah lain. Karena ekspornya
melalui Kecamatan Ubud, Gianyar. Harga ekspornya pun jauh
lebih mahal dibanding penjualan di pasar lokal,’’
sebutnya.
Berdasarkan pantauan, daerah Dawan memang sangat terkenal
dengan pohon kelapanya. Bukan hanya menghasilkan gula nira,
juga bisa dijual dalam bentuk hasil kelapa atau sudah diolah
menjadi minyak tandusan. Kelapa sangat potensial tumbuh di
Kecamatan Dawan. Karena sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan.
*Bali Putra