Denpasar (BisnisBali) – Program "Banjar
Galang Shanti" atau "BGS" yang dicanangkan
PT PLN Distribusi Bali selain dalam upaya menghemat penggunaan
energi listrik juga menggalang peran serta masyarakat menggunakan
energi listrik terbarukan.
Upaya itu dilakukan dengan mengelola mikrohidro Karangasem,
pusat pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan budi daya
tanaman jarak, kata Menajer SDM PT PLN Distribusi Bali, Ir.
Wahyu Sulaeman di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, penggunaan bahan energi non-BBM untuk menghasilkan
listrik merupakan langkah sinergi PLN beserta masyarakat,
sekaligus menghindari kadar CO2 sekitar 148,3 ton dan penghematan
BBM 49.242 liter setara dengan Rp 321 juta setiap tahunnya.
Pihaknya sedang merampungkan pengerjakan delapan unit pembangkit
tenaga listrik (PTL) berbahan bakar non-BBM di Kecamatan Nusa
Penida, Kabupaten Klungkung, yang nantinya akan menjadi sasaran
kunjungan delegasi konferensi internasional perubahan iklim
atau UNFCCC.
Wahyu Sulaeman menambahkan, pembangunan tersebut digarap tim
ahli dari Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Bali
dan diharapkan rampung sebelum kegiatan sekitar 15.000 peserta
utusan dari 168 negara melakukan konferensi di Bali, 3-14
Desember mendatang.
Humas PT PLN Distribusi Bali I Wayan Redika menambahkan, kedelapan
pusat pembangkit listrik skala kecil terdiri atas tujuh pusat
pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB/A) dan satu unit
pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Tiga unit PLTB/A masing-masing berkapasitas 85 KW dibiayai
dari dana PT PLN, empat unit masing-masing berkapasitas 80
KW mendapat dukungan dana APBN dan satu unit PLTS berkapasitas
35 KW dibiayai dana pemerintah pusat.
Kecamatan Nusa Penida yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten
Klungkung, terdiri atas tiga pulau kecil yakni Nusa Penida,
Lembongan dan Ceningan, dengan total luas 202,84 kilometer
persegi.
Di wilayah yang berpenduduk 48 ribu jiwa lebih itu kini telah
berhasil dibangun dua unit PLTB masing-masing berkapasitas
80 KW. Dengan demikian, di Kecamatan Nusa Penida itu nantinya
akan beroperasi sembilan PLTB dan satu unit PLTS, ujar Redika.
Menurut Gubernur Bali Drs. Dewa Beratha, sekitar 15.000 peserta
utusan dari 168 negara yang ikut ambil bagian dalam Konferensi
COP-13 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang pemanasan
global dan perubahan iklim secara bergiliran akan berkunjung
ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Konferensinya sendiri berlangsung di Kawasan Nusa Dua, Kabupaten
Badung, namun sebagian besar pesertanya akan menyempatkan
diri mengunjungi Nusa Penida, sebuah pulau yang terpisah dengan
daratan Bali yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten
Klungkung.
Adanya sepuluh unit pusat pembangkit energi listrik yang menggunakan
sinar mantari maupun angin menjadikan Bali dan Indonesia menempati
urutan kedua di dunia setelah Belanda dalam upaya menekan
pemanasan global dan perubahan iklim.
Dengan demikian, kepulauan Nusa Penida, Bali dan Indonesia
umumnya dinilai telah berperanserta secara aktif terhadap
pemanasan global dan perubahan iklim. *ant
|