Denpasar (BisnisBali) -Data Bank Indonesia
Denpasar menunjukkan penghimpunan dana pihak ketiga di Bali
sampai Oktober ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Dana pihak ketiga yang dihimpun bank umum mencapai Rp 21
trilyun lebih dan BPR sekitar Rp 1 trilyun.
Sampai kuartal III tahun ini komposisi dana jangka pendek
(giro dan tabungan) meningkat, sedangkan dana jangka panjang
(deposito) cenderung menurun.
Demikian dikatakan salah satu staf BI Denpasar Yusuf Wicaksono
beberapa waktu lalu, di Sanur. Hal ini, kata Yusuf, akan
menyebabkan risiko likuiditas menjadi meningkat.
Hal ini harus diantisipasi secara baik oleh perbankan di
daerah ini. Sementara dari risiko pasar dan risiko kredit,
kata Yusuf, secara umum stabilitas sistem keuangan di Bali
cukup terkendali sampai kuartal ketiga tahun ini.
Sementara dari pertumbuhan kredit yang lebih kecil dari
pertumbuhan DPK mendorong penurunan LDR perbankan di Bali
yaitu dari 56,07 persen September 2006 menjadi 54,15 persen
September 2007.
Ia mengemukakan, ekspansi kredit perbankan di Bali diikuti
dengan tata kelola kredit yang lebih baik sehingga rasio
NPL dapat ditekan dari 4,3 persen September 2006 menjadi
3,93 persen September 2007.
Direktur Utama Bank Sinar Harapan Bali Drs. Ida Bagus Kade
Perdana, M.M. optimis kalau Bank Sinar akan mampu melampaui
target pertumbuhan kredit 20 persen tahun ini.
Sampai Oktober kredit yang telah disalurkan mencapai Rp
172,651 milyar. Sementara DPK yang berhasil dihimpun mencapai
Rp 161,536 milyar. Total aset Bank Sinar sampai Oktober
mencapai Rp 218 milyar dengan angka NPL 0,7 persen. *bia
|