16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Kemajuan TI Berdampak Positif terhadap LKM
Badung (BisnisBali) -Perubahan dan kemajuan teknologi informasi (TI) yang makin cepat menjadikan masyarakat segera tahu berbagai kondisi sesoal ekonomi yang terjadi.

TI yang diketahui erat juga kaitannya tentang teknologi informasi dunia perbankan seperti lembaga-lembaga keuangan mikro (LKM) seperti bank perkreditan rakyat (BPR), koperasi, maupun lembaga perkreditan desa (LPD).

Pemerhati LKM di Badung, Dewa Tamiartha, S.E, M.M. salah seorang pengelola keuangan mikro dalam bentuk koperasi mengungkapkan hal itu, Kamis (15/11) kemarin. Secara khusus tentang LKM, katanya, sebagian besar masyarakat sampai di pelosok-pelosok pedesaan sudah tahu keberadaan lembaga BPR untuk membiayai kebutuhan masyarakat paling bawah yang memerlukan pinjaman kredit.

Walaupun ada dampak negatifnya di kalangan pelaku jasa keuangan mikro, akan tetapi dapat menimbulkan persaingan makin ketat di antara pelaku jasa jasa keuangan yang dikelola melalui BPR.

Segi positif yang sangat dirasakan masyarakat umum adalah masyarakat makin banyak memiliki pilihan LKM untuk mendapatkan pinjaman kredit baik lewat BPR, koperasi dan LPD di Bali.

Jasa keuangan yang memiliki ratusan anggota juga merasakan terjadi persaingan ketat, akibat makin bermunculan LKM-LKM di Badung. Kendati demikian, lanjut Tamiartha, satu unit koperasi yang dikelola tidak akan tergoyahkan. Anggota dan calon anggota yang dimiliki hampir 90 persen memiliki mata pencarian sebagai pelaku UKM dan 10 persen bergerak di sektor pemasok barang-barang kebutuhan Jawa-Bali.

Bagaimana menyangkut kehidupan BPR khususnya di Badung yang jumlah 57 unit? Ketua DPC Perbarindo Badung I Nyoman Sunartha, S.E., M.M., CRBD juga membenarkan LKM-LKM di Badung makin berkembang jumlahnya. Ini sangat menguntungkan lapisan masyarakat sampai ke tingkat paling bawah bila memerlukan pinjaman kredit.

Namun mesti dimaklumi, lanjut Sunartha, kebanyakan warga masyarakat terbentur agunan yang dijadikan jaminan bank maupun LKM lainnya. Dijelaskan, dalam hal melakukan pemasaran, bagi BPR telah memiliki beberapa sasaran yang hendak dicapai. Artinya, nilai penting pemasaran BPR terletak pada tujuan yang ingin dicapai.

Seperti halnya meningkatkan mutu pelayanan dan penyediaan beragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan umumnya produk layanan yang diinginkan nasabah adalah suku bunga kredit agar lebih rendah, tenggang waktu cukup lama dan nasabah sering meminta tenggang waktu pinjaman antara 2-3 tahun. *dra

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost