Badung (BisnisBali) -Perubahan dan kemajuan teknologi
informasi (TI) yang makin cepat menjadikan masyarakat segera
tahu berbagai kondisi sesoal ekonomi yang terjadi.
TI yang diketahui erat juga kaitannya tentang teknologi informasi
dunia perbankan seperti lembaga-lembaga keuangan mikro (LKM)
seperti bank perkreditan rakyat (BPR), koperasi, maupun lembaga
perkreditan desa (LPD).
Pemerhati LKM di Badung, Dewa Tamiartha, S.E, M.M. salah seorang
pengelola keuangan mikro dalam bentuk koperasi mengungkapkan
hal itu, Kamis (15/11) kemarin. Secara khusus tentang LKM,
katanya, sebagian besar masyarakat sampai di pelosok-pelosok
pedesaan sudah tahu keberadaan lembaga BPR untuk membiayai
kebutuhan masyarakat paling bawah yang memerlukan pinjaman
kredit.
Walaupun ada dampak negatifnya di kalangan pelaku jasa keuangan
mikro, akan tetapi dapat menimbulkan persaingan makin ketat
di antara pelaku jasa jasa keuangan yang dikelola melalui
BPR.
Segi positif yang sangat dirasakan masyarakat umum adalah
masyarakat makin banyak memiliki pilihan LKM untuk mendapatkan
pinjaman kredit baik lewat BPR, koperasi dan LPD di Bali.
Jasa keuangan yang memiliki ratusan anggota juga merasakan
terjadi persaingan ketat, akibat makin bermunculan LKM-LKM
di Badung. Kendati demikian, lanjut Tamiartha, satu unit koperasi
yang dikelola tidak akan tergoyahkan. Anggota dan calon anggota
yang dimiliki hampir 90 persen memiliki mata pencarian sebagai
pelaku UKM dan 10 persen bergerak di sektor pemasok barang-barang
kebutuhan Jawa-Bali.
Bagaimana menyangkut kehidupan BPR khususnya di Badung yang
jumlah 57 unit? Ketua DPC Perbarindo Badung I Nyoman Sunartha,
S.E., M.M., CRBD juga membenarkan LKM-LKM di Badung makin
berkembang jumlahnya. Ini sangat menguntungkan lapisan masyarakat
sampai ke tingkat paling bawah bila memerlukan pinjaman kredit.
Namun mesti dimaklumi, lanjut Sunartha, kebanyakan warga masyarakat
terbentur agunan yang dijadikan jaminan bank maupun LKM lainnya.
Dijelaskan, dalam hal melakukan pemasaran, bagi BPR telah
memiliki beberapa sasaran yang hendak dicapai. Artinya, nilai
penting pemasaran BPR terletak pada tujuan yang ingin dicapai.
Seperti halnya meningkatkan mutu pelayanan dan penyediaan
beragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan umumnya
produk layanan yang diinginkan nasabah adalah suku bunga kredit
agar lebih rendah, tenggang waktu cukup lama dan nasabah sering
meminta tenggang waktu pinjaman antara 2-3 tahun. *dra
|