16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Nusa Penida dan UNFCCC
Tajuk:

PEMBANGUNAN
pembangkit tenaga listrik (PTL) berbahan bakar non-BBM (bahan bakar minyak) yang kini sedang berjalan di Kecamatan Nusa Penida (Klungkung), nantinya akan jadi sasaran kunjungan delegasi konferensi internasional pemanasan global dan perubahan iklim atau UNFCCC.

Pembangunan PTL yang digarap tim ahli dari Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Bali itu, diharapkan rampung sebelum kegiatan sekitar 15.000 peserta utusan dari 168 negara melakukan konferensi di Nusa Dua, Bali, 3-14 Desember mendatang.

Kita maklumi, program Banjar Galang Shanti (BGS) yang dicanangkan PT PLN Distribusi Bali selain upaya menghemat penggunaan energi listrik juga menggalang peranserta masyarakat gunakan energi listrik terbarukan.

Upaya itu dilakukan dengan mengelola mikrohidro Karangasem, pusat pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan budidaya tanaman jarak sepertidijelaskan Manajer SDM PT PLN Distribusi Bali, Wahyu Sulaeman (Ant, 15/11). Penggunaan bahan energi non BBM menghasilkan listrik merupakan langkah sinergi PLN beserta masyarakat.

Sekaligus menghindari kadar CO2 sekitar 148,3 ton dan penghematan BBM 49.242 liter setara dengan Rp 321 juta tiap tahun. Kita pahami, PLN Distribusi Bali kini sedang merampungkan pengerjakan 8 unit PTL berbahan bakar non BBM di Nusa Penida yang nanti akan menjadi sasaran kunjungan delegasi konferensi internasional perubahan iklim atau UNFCCC.

Ke-8 pusat pembangkit listrik skala kecil terdiri atas tujuh pusat pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB/A) dan satu unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Tiga unit PLTB/A masing-masing berkapasitas 85 KW dibiayai PT PLN, 4 unit masing-masing berkapasitas 80 KW didukung APBN dan 1 unit PLTS berkapasitas 35 KW dibiayai pemerintah pusat. Kecamatan Nusa Penida yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Klungkung, terdiri atas tiga pulau kecil yakni Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan, dengan luas 202,84 km2 dan penduduk 48 ribu jiwa lebih. Kini telah dibangun dua unit PLTB masing-masing kapasitas 80 KW. Nantinya di Nusa Penida akan beroperasi sembilan PLTB dan satu unit PLTS.

Para utusan yang ikut konferensi tentang pemanasan global dan perubahan iklim (UNFCCC) secara bergiliran akan berkunjung ke Nusa Penida. Konferensi berlangsung di kawasan Nusa Dua-Badung, namun sebagian besar peserta akan mengunjungi Nusa Penida.

Di wilayah Bali “seberang” itu ada objek 10 unit pusat pembangkit energi listrik menggunakan sinar matahari maupun tenaga angin, menjadikan Bali dan Indonesia menempati urutan kedua di dunia setelah Belanda dalam upaya menekan pemanasan global dan perubahan iklim.

Sentil:

Nusa Penida jadi sasaran kunjungan delegasi UNFCCC.
- Siapkan tim SAR.

Bali dan Indonesia urutan kedua di dunia setelah Belanda.
- Baru urusan angin.

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost