Tajuk:
PEMBANGUNAN pembangkit tenaga listrik (PTL) berbahan
bakar non-BBM (bahan bakar minyak) yang kini sedang berjalan
di Kecamatan Nusa Penida (Klungkung), nantinya akan jadi sasaran
kunjungan delegasi konferensi internasional pemanasan global
dan perubahan iklim atau UNFCCC.
Pembangunan PTL yang digarap tim ahli dari Asosiasi Kontraktor
Listrik Indonesia (AKLI) Bali itu, diharapkan rampung sebelum
kegiatan sekitar 15.000 peserta utusan dari 168 negara melakukan
konferensi di Nusa Dua, Bali, 3-14 Desember mendatang.
Kita maklumi, program Banjar Galang Shanti (BGS) yang dicanangkan
PT PLN Distribusi Bali selain upaya menghemat penggunaan energi
listrik juga menggalang peranserta masyarakat gunakan energi
listrik terbarukan.
Upaya itu dilakukan dengan mengelola mikrohidro Karangasem,
pusat pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dan budidaya tanaman
jarak sepertidijelaskan Manajer SDM PT PLN Distribusi Bali,
Wahyu Sulaeman (Ant, 15/11). Penggunaan bahan energi non BBM
menghasilkan listrik merupakan langkah sinergi PLN beserta
masyarakat.
Sekaligus menghindari kadar CO2 sekitar 148,3 ton dan penghematan
BBM 49.242 liter setara dengan Rp 321 juta tiap tahun. Kita
pahami, PLN Distribusi Bali kini sedang merampungkan pengerjakan
8 unit PTL berbahan bakar non BBM di Nusa Penida yang nanti
akan menjadi sasaran kunjungan delegasi konferensi internasional
perubahan iklim atau UNFCCC.
Ke-8 pusat pembangkit listrik skala kecil terdiri atas tujuh
pusat pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB/A) dan satu
unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Tiga unit PLTB/A masing-masing berkapasitas 85 KW dibiayai
PT PLN, 4 unit masing-masing berkapasitas 80 KW didukung APBN
dan 1 unit PLTS berkapasitas 35 KW dibiayai pemerintah pusat.
Kecamatan Nusa Penida yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten
Klungkung, terdiri atas tiga pulau kecil yakni Nusa Penida,
Lembongan dan Ceningan, dengan luas 202,84 km2 dan penduduk
48 ribu jiwa lebih. Kini telah dibangun dua unit PLTB masing-masing
kapasitas 80 KW. Nantinya di Nusa Penida akan beroperasi sembilan
PLTB dan satu unit PLTS.
Para utusan yang ikut konferensi tentang pemanasan global
dan perubahan iklim (UNFCCC) secara bergiliran akan berkunjung
ke Nusa Penida. Konferensi berlangsung di kawasan Nusa Dua-Badung,
namun sebagian besar peserta akan mengunjungi Nusa Penida.
Di wilayah Bali “seberang” itu ada objek 10 unit
pusat pembangkit energi listrik menggunakan sinar matahari
maupun tenaga angin, menjadikan Bali dan Indonesia menempati
urutan kedua di dunia setelah Belanda dalam upaya menekan
pemanasan global dan perubahan iklim.
Sentil:
Nusa Penida jadi sasaran kunjungan delegasi UNFCCC.
- Siapkan tim SAR.
Bali dan Indonesia urutan kedua di dunia setelah Belanda.
- Baru urusan angin.