16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Aksesori Perak, Primadona setelah Emas
Gianyar (BisnisBali) –Aksesori perak merupakan produk primadona ke dua setelah perhiasan emas. Bagi konsumen yang memiliki modal sedikit, maka dengan memilih membeli perhiasan perak mereka tetap mampu berekspresi. Ini juga memberikan kesempatan bagi perajin terkait untuk tetap mampu memberikan pelayanan terbaik.

Menurut Sudiarta salah seorang perajin perak asal Bangli, Kamis (15/11) kemarin, hasil-hasil kerajinan perak yang diproduksinya cukup diminati pasar. Selain desain dan motifnya yang khas, dari sisi harga juga relatif terjangkau.

Ini memberikan pilihan bagi konsumen khususnya kalangan menengah bawah hingga atas untuk tetap bisa memiliki perhiasan dengan harga terjangkau.

Saat ini harga bahan baku perak mencapai Rp 500 per gram, sedangkan dalam bentuk produk dijual perajin antara Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per gram.

Peluang dan kesempatan ini tetap dimiliki perajin, karena para pengagum perhiasan perak kini juga bersaing. Kebanyakan yang menginginkan perhiasan perak untuk digunakan sendiri. Selain itu, juga dibisniskan untuk memenuhi permintaan konsumen dalam jumlah banyak.

Dia tetap optimis, dengan menggeber produk di pasar seni konsumen domestik, maupun lokal tetap mampu digaet. Bahkan, dengan kekhasan desain dan motifnya perhiasan perak dapat ditingkatkan harga jualnya hingga Rp 2.000 sampai 5.000 per gram.

Selain menggunakan perak untuk membuat berbagai perhiasan, juga berbagai jenis kerajinan lainya seperti sarung keris, dan peralatan persembahyangan lainnya. Ini sangat menarik, karena kecenderungan di kalangan masyarakat kelas atas di Bali, menggunakan peralatan sembahyang dari perak cukup bergengsi. Dari sisi harga juga relatif terjangkau dan dari sisi keamanan juga relatif terjamin.

Hal senada diungkapkan perajin perak lainnya, Made Suana. Katanya, kerajinan perak berkembang karena permintaan pasar yang beragam pula. Mulai dari berbagai jenis aksesori mini, hingga yang lebih besar seperti bunga emas, maupun perlengkapan tata rias lainnya. Perak menduduki peringkat pemasaran kedua setelah emas, karena memang cocok untuk barang investasi.

Bahkan, perak yang dipadukan dengan bahan emas, akan menampilkan kekhasan tersendiri, sehingga tetap digemari sebagian konsumen. Menurutnya, promosi produk perak juga perlu dilakukan lebih gencar lagi, sehingga kekarakteristik dan kekhasannya dapat bersaing dengan produk emas, yang kini makin mahal. * gun
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost