16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Denpasar (BisnisBali) –Sesuai perundang-undangan yang berlaku, televisi (TV) nasional maupun lokal harus bermuara pada berita-berita yang memiliki unsur pendidikan, pencerahan, dan pemberdayaan masyarakat.

Implementasinya akan mampu meningkatkan nasionalisme berbangsa.

Demikian diungkapkan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Muhamad Nuh, saat diterima Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) Satria Naradha, di Gedung Pers Bali K. Nadha, Kamis (15/11) kemarin. Dikatakan, hal itu tak hanya berlaku untuk TV semata, tetapi juga media cetak.

Muhamad Nuh menyambut baik kehadiran TV-TV lokal. Selain untuk membangkitkan kearifan lokal di masing-masing daerah di Indonesia, juga dapat disebarluaskan ke masyarakat dunia. Kearipan lokal (Bali) sendiri ada pada kerukunan dan toleransi berbasis Bhineka Tunggal Ika.

Ini akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dengan mempertajam pemahaman nilai-nilai budaya lokal. Bali TV telah mewujudkan itu. Salah satunya lewat acara BRTV.

Menurut Muhamad Nuh, acara ini sangat bagus untuk memunculkan penyanyi-penyanyi lokal berbakat, sekaligus sebagai wujud pelestarian budaya. ‘’Saya dorong acara ini untuk makin menumbuhkan semangat membangkitkan kearifan lokal,’’ujarnya.

Sebelumnya Satria Naradha menyampaikan, eksistensi Bali TV yang merupakan KMB, mencoba berperan di Bali sebagai media pencerahan masyarakat Bali. Berbasis budaya dan pariwisata, Bali TV concern membangkitkan kearifan lokal lewat program-programnya yang memasyarakat dan merakyat, dalam bahasa daerah dan nasional, kesenian maupun lagu-lagu daerah.

Ditegaskan, maraknya kemunculan TV lokal jangan sampai sebatas tren semata. Akan berbahaya jika pengelolanya tak sungguh-sungguh menjalankan peran media. Bali TV tak hanya berorientasi bisnis, tetapi bertekad memajukan Bali di segala sektor ekonomi.

UNFCC
Terkait Konferensi Internasional Perubahan Iklim (UNFCCC) di Bali, Muhamad Nuh menjelaskan, acara ini untuk semua masyarakat di dunia. Di sini, Indonesia tak hanya ingin sebagai penyelenggara UNFCCC yang sukses, namun juga berhasil menyumbangkan pemikiran yang bisa digunakan dunia terkait dengan UNFCCC.

Yang penting lagi, suksesnya acara ini akan menunjukkan kalau Bali tetap aman. Indonesia dan Bali juga memiliki sumber daya mahal. Selain sistem demokratisasi, kebebasan pers yang diimbangi tanggung jawab, dan masyarakat yang moderat.

‘’Walaupun terjadi bom di Bali, tetap bisa mengendalikan stabilitas nasional,’’imbuhnya. Mengakhiri kunjungannya di gedung pers Bali K. Nadha, Muhamad Nuh juga menandatangani Prasasti Ajeg Bali, dan melihat langsung dapur produksi Bali TV. * gun

DITERIMA- Menkoimfo Muhamad Nuh saat diterima Pimpinan KMB Satria Naradha di Gedung pers Bali K. Nadha, Kamis (15/11) kemarin.


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost