Denpasar (BisnisBali) –Sesuai perundang-undangan
yang berlaku, televisi (TV) nasional maupun lokal harus bermuara
pada berita-berita yang memiliki unsur pendidikan, pencerahan,
dan pemberdayaan masyarakat.
Implementasinya akan mampu meningkatkan nasionalisme berbangsa.
Demikian diungkapkan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi
Muhamad Nuh, saat diterima Pimpinan Kelompok Media Bali Post
(KMB) Satria Naradha, di Gedung Pers Bali K. Nadha, Kamis
(15/11) kemarin. Dikatakan, hal itu tak hanya berlaku untuk
TV semata, tetapi juga media cetak.
Muhamad Nuh menyambut baik kehadiran TV-TV lokal. Selain untuk
membangkitkan kearifan lokal di masing-masing daerah di Indonesia,
juga dapat disebarluaskan ke masyarakat dunia. Kearipan lokal
(Bali) sendiri ada pada kerukunan dan toleransi berbasis Bhineka
Tunggal Ika.
Ini akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dengan mempertajam
pemahaman nilai-nilai budaya lokal. Bali TV telah mewujudkan
itu. Salah satunya lewat acara BRTV.
Menurut Muhamad Nuh, acara ini sangat bagus untuk memunculkan
penyanyi-penyanyi lokal berbakat, sekaligus sebagai wujud
pelestarian budaya. ‘’Saya dorong acara ini untuk
makin menumbuhkan semangat membangkitkan kearifan lokal,’’ujarnya.
Sebelumnya Satria Naradha menyampaikan, eksistensi Bali TV
yang merupakan KMB, mencoba berperan di Bali sebagai media
pencerahan masyarakat Bali. Berbasis budaya dan pariwisata,
Bali TV concern membangkitkan kearifan lokal lewat program-programnya
yang memasyarakat dan merakyat, dalam bahasa daerah dan nasional,
kesenian maupun lagu-lagu daerah.
Ditegaskan, maraknya kemunculan TV lokal jangan sampai sebatas
tren semata. Akan berbahaya jika pengelolanya tak sungguh-sungguh
menjalankan peran media. Bali TV tak hanya berorientasi bisnis,
tetapi bertekad memajukan Bali di segala sektor ekonomi.
UNFCC
Terkait Konferensi Internasional Perubahan Iklim (UNFCCC)
di Bali, Muhamad Nuh menjelaskan, acara ini untuk semua
masyarakat di dunia. Di sini, Indonesia tak hanya ingin
sebagai penyelenggara UNFCCC yang sukses, namun juga berhasil
menyumbangkan pemikiran yang bisa digunakan dunia terkait
dengan UNFCCC.
Yang penting lagi, suksesnya acara ini akan menunjukkan
kalau Bali tetap aman. Indonesia dan Bali juga memiliki
sumber daya mahal. Selain sistem demokratisasi, kebebasan
pers yang diimbangi tanggung jawab, dan masyarakat yang
moderat.
‘’Walaupun terjadi bom di Bali, tetap bisa mengendalikan
stabilitas nasional,’’imbuhnya. Mengakhiri kunjungannya
di gedung pers Bali K. Nadha, Muhamad Nuh juga menandatangani
Prasasti Ajeg Bali, dan melihat langsung dapur produksi
Bali TV. * gun
DITERIMA- Menkoimfo Muhamad Nuh saat diterima
Pimpinan KMB Satria Naradha di Gedung pers Bali K. Nadha,
Kamis (15/11) kemarin.