16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Dekopinwil Bali Gelorakan Koperasi di Kalangan Pemuda
Denpasar (BisnisBali) -Belakangan ini koperasi mulai bangkit, apalagi ada tren pemilik modal cenderung menaruh uangnya di koperasi. Semangat berkoperasi mesti terus digelorakan oleh semua pihak termasuk generasi muda.

Untuk itu, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Bali menggelar pelatihan yang bertajuk “Pemberdayaan Lembaga Perangkat Dekopinwil melalui Pelatihan Kepemimpinan Pemuda sebagai Kader Koperasi”, Kamis (15/11) kemarin, di Hotel Puri Kedaton Denpasar.

Sekretaris Dekopinwil Bali, Drs. I Wayan Asta yang membuka sosialisasi tersebut mengatakan, pelatihan ini bertujuan mensosialisasikan perkoperasian di kalangan generasi muda.

Tujuan lainnya, meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap koperasi, memasyarakatkan koperasi serta meningkatkan pemahaman koperasi terhadap generasi muda, hakikat dan nilai-nilai koperasi.

Yang lain, menjalin kemunikasi antargenerasi muda koperasi dan membangkitkan kembali semangat badan komunikasi pemuda koperasi yang ada di kabupaten dan kota se-Bali.

‘’Pelatihan ini nantinya bermanfaat bagi generasi muda. Selama ini banyak generasi muda yang gengsi bekerja sebagai karyawan koperasi. Buktinya tidak sedikit koperasi sudah mampu seperti layaknya lembaga keuangan lainnya. Kesejahteraan karyawannya juga sudah layak,’’ tegasnya.

Salah seorang pemakalah, Ir. M. Herry Purwanto yang juga Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Dekopinwil Bali mengatakan, jati diri koperasi tercantum dalam International Cooperative Identity Statement (ICIS). Rumusan ini menjadikan pengertian koperasi yang seragam yang menjadi tolak ukur dalam koperasi secara benar.

Hal ini karena dilatarbelakangi dengan pemikiran dan pandangan yang disesuaikan guna memenuhi aspirasi gerakan koperasi di seluruh dunia.

‘’Karena jati diri atau identitas koperasi ini menjadi kesepakatan internasional, berarti pula jati diri koperasi harus dianut secara universal,’’ katanya.

Herry juga menyinggung koperasi sebagai perkumpulan yang demokrasi harus dikendalikan dan dikontrol oleh para anggota. Prinsip ini menetukan terjaminnya hak anggota untuk secara aktif dilibatkan dalam penetapan kebijakan dan dalam pengambilan keputusan, baik di tingkat koperasi primer maupun sekunder. *dra


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost