16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

::Boga
Jelang Akhir Tahun, Pai Rasa Asin dan Gurih tetap Dominasi Penjualan

Badung (BisnisBali) –Mendekati akhir tahun 2007, kue pai masih merajai permintaan masyarakat. Ini terjadi karena pai merupakan camilan bergaya Eropa, namun diterima luas di masyarakat lokal.

Cita rasa yang spesial dari rasa manis hingga gurih, serta dijual dengan berbagai bentuk dan ukuran, mampu membuat pai menjadi lahan bisnis menjanjikan ke depannya.

‘’Penjualan pai di 2008 kami optimis masih merajai permintaan masyarakat. Terutama pai rasa manis dan gurih,” kata Lila, karyawan salah satu toko kue di Kuta, Kamis (15/11) kamarin.

Permintaan pai hingga mendekati akhir tahun bisa mencapai omzet lebih dari Rp 400.000 per hari. Pangsa pasar menyasar kalangan wisatawan mancanegara, domestik hingga lokal dalam bentuk acara formal maupun nonformal.

Dijelaskan, bentuknya yang cantik cocok untuk disajikan saat menjamu tamu atau menjadi camilan sehari-hari di rumah. Pai merupakan camilan multifungsi yang bisa disajikan sebagai makanan penutup (dessert) atau makanan pembuka (appetizer).

Pai sebagai makanan dessert biasanya lebih banyak rasa manis dan ditawarkan ukuran mini (tartlet). Kue ini terdiri dari dua bagian, yakni bagian kulit dan bagian isi.

Pai mini manis, imbuh Lila, biasanya ditawarkan berbagai macam bentuk dan variasi isi. Ada yang berisi buah-buahan segar seperti apel, jeruk nipis, kacang, stoberi, mangga, nanas hingga ada yang mencampur dengan sayuran seperti labu dan ubi.

‘’Untuk memperkaya citra rasa banyak pebisnis kue menambahkan cokelat, gula palem, atau kopi,” ungkapnya. Sementara pai gurih adalah camilan bercitra rasa asin yang cocok dihidangkan sebagai appetizer. Pai bercita rasa gurih disukai karena dibuat dari sumber protein hewani, seperti daging ayam, daging sapi, ikan asap dan olahannya.

Tetapi ada juga yang dibuat dari sumber protein nabati, yang rasanya tak kalah lezat, yaitu dari tahu. Bahkan, sayur-sayuran hingga keju. Hal serupa dikatakan Bagas, pengelola toko kue lainnya di Denpasar. Pai tetap primadona di masyarakat. Harga jual yang terjangkau semua kalangan namun memiliki kelas di masyarakat membuat pai disukai semua lapisan sosial di masyarakat.

‘’Kue yang berkiblat pada tren Eropa dapat dipastikan tetap eksis di 2008 nanti,” ucapnya. Kiat usaha agar bisnis pai tetap eksis di 2008, menurut Bagas, gunakan bahan baku lokal dengan kualitas impor. Khususnya dalam memenuhi permintaan masyarakat yang menginginkan pai dengan harga jual relatif murah.

‘’Pai apel misalnya. Harga pai apel bisa dikatakan relatif mahal ditawarkan di pasaran. Sebab bahan baku yang digunakan hampir sebagian besar bahan impor,” katanya.

Kendati menggunakan bahan lokal, imbuhnya, bukan berarti cita rasa dan kualitas akhir pai apel akan berubah. Cita rasa dan tekstur apel dapat dipastikan tetap sama seperti pai apel berbahan baku impor. *dik

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost