16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Aksi Ambil Untung Tahan Kenaikan IHSG Jadi 2.705

Jakarta (BisnisBali) –Aksi ambil untung oleh investor menahan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang hanya bergerak naik 13,949 poin atau 0,52 persen menjadi 2.705,820 pada penutupan, Kamis kemarin.

"Indeks bisa saja bergerak naik lagi, namun karena aksi ambil untung yang dilakukan investor membuat kenaikan indeks tertahan pada 2.705 poin," kata Analis Valbury Asia Sekuritas Krisna Dwi Setiawan di Jakarta, Kamis kemarin.

Indeks mencatat jumlah transaksi yang berlangsung sebanyak 66.674 dengan jumlah saham yang diperdagangkan 4,128 milyar lembar dan total nilai Rp 5,694 trilyun.

Ia mengatakan aksi ambil untung terlihat dari pola dua arah yang terjadi pada perdagangan bursa kali ini. Bursa sempat turun 12 poin, kemudian ditutup meningkat 13 poin.

"Ini menunjukkan para investor melakukan aksi ambil untung, dan polanya saat ini begitu untung sedikit, investor melakukan aksi ambil untung," katanya.

Ia melihat pola ini mengikuti pola dari bursa regional yang juga bergerak dua arah, seperti Hongkong. Ia menambahkan aksi tersebut juga terlihat ketika harga minyak turun, para investor melepas saham pertambangan, dan begitu minyak naik kembali, saham pertambangan kembali diburu. "Sehingga saat ini saham-saham pertambangan mendorong kenaikan indeks," katanya.

Beberapa saham tercatat meningkat diantaranya TINS Rp 850 menjadi Rp 23.650, INCO naik Rp 1.550 menjadi Rp 106.700, PGAS naik Rp 1.500 menjadi Rp 15.800, BDMN naik 100 menjadi Rp 8.800 dan ASII naik Rp 50 menjadi Rp 24.050.

Sementara beberapa saham yang tercatat menurun di antaranya AALI turun Rp 200 menjadi Rp 21.800, BBRI turun Rp 200 menjadi Rp 7.950, PTRO turun Rp 200 menjadi Rp 6.250, BBCA turun Rp 100 menjadi Rp 7.100, dan BMRI turun 75 menjadi Rp 3.550. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost