16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Kenaikan BBM Berpotensi Kurangi Anggaran UKM
Jakarta (BisnisBali) –Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sebagai konsekuensi logis semakin mahalnya harga minyak di pasar dunia dinilai akan berpotensi mengurangi pos-pos anggaran untuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Kalau harga minyak jadi naik maka otomatis akan banyak pos-pos APBN yang untuk sementara dialihkan untuk subsidi minyak termasuk pos anggaran untuk UMKM," kata Deputi Kementerian Negara Koperasi dan UKM Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha, Chairul Djamhari, di Jakarta, Kamis kemarin.

Ia mengatakan, dampak kenaikan harga minyak akan mengimbas ke berbagai segi kehidupan dan yang real adalah berpotensi menyedot APBN untuk subsidi tambahan. Ia mencontohkan, ketika harga BBM tidak akan dinaikkan hingga 2009 pun jelas tetap akan menyedot dana APBN untuk subsidi tambahan yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 91 trilyun.

Dengan begitu, akan banyak pos-pos anggaran dalam APBN yang dialihkan sementara waktu untuk kepentingan subsidi tambahan tersebut. "Itu berpotensi mengurangi alokasi anggaran yang semula misalnya akan digunakan untuk meningkatkan capacity bulding KUKM, membangun infrastruktur yang memungkinkan usaha UKM lebih lancar, dan sebagainya," katanya.

Kenaikan harga BBM juga dinilainya akan berimbas langsung pada kenaikan biaya produksi termasuk dari sisi biaya transportasi dan distribusi produk UMKM. Padahal seperti diketahui, usaha kecil rata-rata mengkonsumsi minyak sekitar 108,2 liter per bulan untuk kebutuhan produksinya.

Namun, meski begitu Chairul menekankan agar semua pihak mengembangkan skenario yang optimistis dalam menghadapi kenaikan harga minyak terutama bagi UMKM.

"Saat ini saja kita belum selesai melakukan program konversi ke BBN (Bahan Bakar Nabati) dan sadar atau tidak kita sudah mempunyai banyak penemuan soal energi alternatif," katanya.

Ia mencontohkan soal penemuan terbaru di Manado tentang penggunaan campuran premium dan air untuk menggerakan alat produksi termasuk sepeda motor.

"Ini hanya salah satu contoh saja, apalagi kalau ada yang lainnya ini tentu bisa mengurangi konsumsi minyak kita yang semakin meningkat," katanya. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost