16 November 2007  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Harga Cabai Merangkak Naik Petani Sumringah
Bangli (BisnisBali) -Sejak seminggu terakhir ini harga cabai besar di sejumlah pasar di Bangli mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Hal ini tentunya memberikan angin segar bagi petani cabai yang berada di kawasan Kaldera Batur.

Naiknya harga cabai tersebut selain disebabkan oleh mulai berkurangnya produski di tingkat petani, juga akibat pasokan cabai dari Jawa juga mengalami kendala.

“Cabai keriting kini harganya mencapai Rp 12 ribu per kilo di tingkat pasar, sedangkan cabai besar mencapai Rp 8 ribu,” ungkap salah seorang pedagang ketika ditemui di pasar Kintamani, Rabu (14/11) lalu.

Sementara itu sejumlah petani cabai di Kaldera Batur mengakui telah terjadi kenaikan harga cabai di tingkat petani. Meski demikian, kenaikan harga tersebut hanya bersifat sementara yang diakibatkan oleh produksi petani yang mengalami penurunan setelah panen raya beberapa waktu lalu.

”Ini kondisi biasa, artinya jika produksi berlimpah, harga akan turun, begitu sebaliknya,” ungkap Wayan Oka salah seorang petani cabai di Kaldera Batur kemarin.

Diungkapkan, saat ini hanya beberapa petani saja yang menanam cabai. Pasalnya, beberapa waktu lalu harga cabai meskipun menjelang Lebaran harganya jauh dari harapan petani.

“Saking langkanya produski cabai menyebabkan pengepul tetap membeli cabai yang masih hijau,” tegasnya seraya menambahkan kenaikan harga cabai tersebut tentunya memberikan harapan bagi petani.

Selain cabai, sejumlah produk hortikultura seperti bawang merah, kol juga mengalami kenaikan lebih dari 100 %. “ Penyebabnya sama, produksi di tingkat petani masih minim, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan
pasar local,” tegas Oka. *jel
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost