06 Agustus 2007  
Home
Berita Terkini

 

Bersaing, Ongkos Tukang Ukir dan Batu Sikat

Gianyar (BisnisBali) -Ongkos kerja di bidang bangunan bervariasi, mulai dari peladen, tukang dan mandor pelaksana. Ongkos peladen sekarang Rp 25.000 sampai Rp 35.000. Sementara upah tukang berkisar Rp 45.000 sampai Rp 80.000 per harinya.

Khusus untuk upah mandor dan pelaksana proyek, biasanya kesepakatan antara pemborong (pemilik proyek dengan mandor bersangkutan). Besaran upahnya tergantung dari perjanjian kedua belah pihak. Dilihat dari besaran ongkos, ternyata ongkos tukang ukir yang termahal berkisar Rp 50.000 sampai Rp 80.000.

Bukan hanya ongkos tukang ukir, ongkos tukang batu sikat juga tinggi, per harinya bisa Rp 50.000 sampai Rp 65.000. Salah seorang pemborong stil Bali, Pande Wayan Muka, Minggu (5/8) kemarin, di Gianyar mengatakan, upah tenaga kerja tukang ukir memang masih tergolong tinggi. Dibandingkan dengan upah tukang bangunan, ongkos tukang ukir lebih mahal lagi 25 sampai 60 persen.

Jika dibandingkan upah per harinya, ongkos tukang bangunan berkisar Rp 45.000 sampai Rp 50.000. Sementara ongkos tukang ukir, baik tukang ukir kayu maupun batu per harinya mencapai Rp 50.000 sampai Rp 80.000. ‘’Khusus untuk tukang ukir ongkosnya bervariasi, tergantung dari keahlian masing-masing.

Karena pekerjaan yang bernilai seni tinggi, maka harga hariannya cukup mahal. Misalnya, tukang ukir halus lebih murah dibandingkan tukang ukir bakalan (membentuk). Kalau tukang ukir halus ongkos kerja per harinya Rp 50.000 sampai Rp 60.000, sedangkan ongkos tukang bakalan bisa mencapai Rp 75.000 sampai Rp 85.000 per harinya,’’ jelasnya sambil menyinggung masalah pekerjaan seorang tukang ukir sudah paten, hanya diberikan gambaran pekerjaan semuanya dilakukan dengan profesional. Ongkos tukang pemula dapat lebih murah, tetapi harus dikontrol secara kontinu.

Hal senada dikatakan salah seorang pemborong taman dan batu sikat, Kamal. Untuk upah tenaga kerja yang mahir di bidang pembuatan taman dan batu sikat cukup tinggi. Pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan dan nilai seni tinggi, harus dihargai dengan upah yang tinggi pula.

Seperti tukang batu sikat, ongkos hariannya Rp 50.000 sampai Rp 75.000. Tingginya ongkos batu sikat, karena sistem kerjanya tidak berpatokan pada waktu (jam kerja). Misalnya, dalam mengerjakan batu sikat motif bunga tidak dapat dikerjakan dengan patokan waktu.

Kalau lagi proses, harus diambil sampai tuntas, sebab ditinggal mengaso dan lainnya, proses finishing batu sikat pasti terkendala. Misalnya, adonan beton menjadi kering, sehingga susah untuk memilah antara batu dan adonan bentonnya.

‘’Karena proses pekerjaan batu sikat membutuhkan konsentrasi penuh dan nilai seninya juga tinggi, maka ongkos tenaga kerja cukup tinggi.

Di samping itu, tukang batu sikat sangat minim, karena diperlukan keahlian khusus dan memiliki jiwa seni tinggi. Seperti membuat motif sesuai selera pelanggan. Corak dan motif inilah dibutuhkan nuansa seni tinggi,’’ ujar Kamal.

Kamal menambahkan, ongkos tukang bangunan stil Bali seperti tukang ukir batu memang bersaing dengan ongkos tukang batu sikat. Keduanya memiliki keterampilan yang berbeda, tetapi sama-sama membuat produk yang bernilai seni.

‘’Sebagai tukang ukir dan tukang batu sikat sama-sama memiliki keterampilan yang sama. Misalnya, tukang batu sikat harus memahami selera konsumen, seperti jenis motif batu sikat yang diinginkan.

Semua itu dibutuhkan keterampilan seni, sehingga mampu membuat desain halaman bercorak bebatuan alami yang diinginkan pelanggan,’’ tandasnya. *sta

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost