18 Juni 2007  
Home
Berita Terkini

 

DDO Bali Gelar Pengembangan Desain dan Pertukangan Kayu

Denpasar (BisnisBali) -Design Development Organization (DDO) Bali, Selasa (19/6) sampai Jumat (22/6) 2007 nanti akan menggelar Pelatihan Pengembangan Dersain dan Pertukangan Kayu. Acara ini terselenggara menggunakan Dana Bantuan Khusus Pendidikan Kecakapan Hidup, Pendidikan nonformal, Dirjen Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional yang diikuti 25 peserta perajin ukiran kayu pemula dari beberapa daerah di Bali. Pelatihan bertempat di SMP Dharma Sentana, Batubulan Kangin, Gianyar.

Hal ini dikatakan Direktur DDO Bali, I Made Raka Metra yang didampingi Penanggung Jawab Pelatihan, Ir. Wayan Gde Arsania, Minggu (17/6) kemarin di Denpasar. Menurut Raka Metra, DDO Bali memiliki komitmen tinggi membantu meningkatkan di sektor desain. Selama ini perkembangan desain di Bali masih rendah.

Hal ini disebabkan kepedulian instansi terkait masih kecil. Semestinya pemerintah yang bertugas untuk mengembangkan desain dengan memberikan dan mengalokasikan dananya untuk kegiatan peningkatan desain. Tetapi kenyataannya sampai sekarang minim.

‘’Terus-terang saja, terkadang kami sebagai ujung tombak pengembangan desain justru tidak mendapat rangkulan dari pemerintah.

Terbukti, selama ini DDO membantu mengingkatkan desain bekerja sama dengan pihak NGO Jepang seperti Japan International Coorporation Agensy (JICA). Setelah itu, justru pemerintah pusat melalui dana bantuan pendidikan nonformal Departemen Pendidikan Nasional sedangkan pemerintah daerah belum pernah mengajak DDO untuk mengembangkan desain di Bali,’’ paparnya.

Sementara itu, tujuan pelatihan pengembangan desain dan pertukangan kayu untuk meningkatkan kemampuan perajin pemula, sehingga tujuan akhir peserta mampu mandiri. Selain itu tujuan pelatihan guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Kalau sudah SDM meningkat akan mampu mengembangkan unit usahanya. Kalau usaha berkembang berarti ekonomi tumbuh, sehingga masyarakat akan sejahtera.

‘’Pemerintah Pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional –Pendidikan nonformal sudah dua kali membantu perajin di Bali. Bantuan pertama sudah berhasil membentuk 3 Kelompok Bina Usaha (KBU) dan semuanya dapat berkembang dengan baik.

Selama ini ketiga kelompok tersebut sangat produktif, hanya saja masih menemui kendala seperti permodalan dan pemasaran,’’ tegas Arsania.

Arsania menambahkan, hal terpenting dalam memasarkan produk baik sasaran pasar lokal maupun asing ditentukan krativitas desain. Dengan meningkatkan mutu dan kualitas serta desain, maka diyakini produk akan diterima konsumen.

Khusus untuk pengembangan desain, ke depan diharapkan pemerintah daerah lebih komitmen membantu perajin dan pengusaha kecil dalam menciptakan desain baru. Hanya dengan menonjolkan desain baru dan inovasi, maka akan mendapat sambutan positif dari konsumen.

‘’Kami secara berkesinambungan ingin membantu perajin pemula, guna meningkatkan kemampuan membuat desain baru. Untuk itu kami harapkan juga peran serta dukungan pemerintah Bali,’’ tandasnya. *sta

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost