Amlapura (BisnisBali) - Lesunya perekonomian
ternyata membawa dampak bagi perajin batu tabas di bumi
lahar Karangasem. Ekspansi perajin luar ternyata mampu mematikan
pangsa pasar perajin lokal. Sekitar 154 perajin batu tabas
di Karangasem kini gigit jari, karena pasarnya diserobot
pengusaha batu tabas dari luar.
Demikian antara lain dikatakan salah seorang perajin batu
tabas, di Karangasem, I Wayan Cik Suardana, baru-baru ini.
Dikatakan, di samping langsung mengambil bahan baku dari
lokasi di Karangasem, hasil produksinya ternyata dijual
lebih murah. Hal itu menyebabkan perajin luar mampu merebut
pangsa pasar perajin lokal.
Tidak hanya pangsa pasar di Bali saja, pangsa pasar luar
daerah seperti Jawa, NTB hingga ekspor pun berhasil direbut
perajin batu tabas dari luar Karangasem. Dengan persaingan
semacam itu, produk kerajinan khas daerah Karangasem kian
terjepit, lama-lama terancam gulung tikar.
Ketua Asosiasi Perajin Batus Tabas Karangasem, I Nengah
Suardana mengatakan, potensi kerajinan batu tabas Karangasem
memiliki kekhasan relief tersendiri dan masih memiliki peluang
bersaing di pasaran.
Namun karena pembeli umumnya kurang paham dengan masalah
tersebut, terlebih pembeli cenderung melihat dari segi harga
sehingga perajin luar lebih lancar mendapat order dibandingkan
perajin lokal.
Dampak persaingan dari bahan baku, pemasaran dan harga
yang ditawarkan lebih murah oleh perajin dari luar tersebut
memukul perajin Karangasem.
Ia mengharapkan, Pemkab membuat payung aturan hukum untuk
mengenakan retribusi bagi penjualan bahan baku ke luar daerah,
yang rata-rata per hari mencapai 10 truk dengan standar
harga Rp 1.000.000 untuk kualitas biasa dan kualitas halus
mencapai Rp. 1.200.000.
Jika tidak dilindungi dengan potensi terbatas, maka kerajinan
ini bisa punah karena pertumbuhannya tidak dibatasi. Ia
mencontohkan, perbedaan selisih harga dari produksi luar
daerah sekitar 20 persen langsung berpengaruh pada omzet
produksi anjlok sekitar 54 persen.
Hal ini berdampak pada banyaknya perajin kecil gulung tikar,
karena tidak mampu menanggung biaya produksi sementara hasil
produksi kurang terserap pasar.
Camat Selat I Komang Daging, S.Sos menambahkan, potensi
perajin batu tabas di Kecamatan Selat meliputi Desa Muncan
dengan 15 perajin, Desa Peringsari 16 perajin, Desa Selat
7 perajin, Desa Duda 11 perajin , Desa Duda Timur 12 perajin,
Desa Duda Utara 18 perajin, Desa Sebudi 12 perajin, Desa
Persiapan Amerta Buana 25 perajin. *eka