18 Juni 2007  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
Bencana Alam terus Terjadi, Bukti Kegagalan Cara Urus Lingkungan

Denpasar (BisnisBali) –Terjadinya bencana alam seperti kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, gagal panen dan penyebaran penyakit, merupakan salah satu bukti kegagalan cara mengurus lingkungan dan alam.

Karena itu, perlu segera dipikirkan bagaimana cara mengurus lingkungan dan alam yang benar agar bencana alam yang mengancam kehidupan manusia dapat ditekan.

Hal itu diungkapkan Torry Kuswardono dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dalam “Dialog Publik Perubahan Iklim dan Dampaknya bagi Keberlangsungan Hidup” yang diselenggarakan Walhi Bali di BLPP Denpasar, Sabtu (16/6) lalu.

Ia menegaskan, terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim, menambah risiko bencana. Dengan demikian, perlu upaya serius untuk mengantisipasi dampak negatif dari pemanasan global itu.

Menurut Torry, model pembangunan yang tidak pernah berubah saat ini juga menambah kerentanan dan boleh jadi akan meningkatkan jumlah korban di masa mendatang. “Dampak pemanasan global ini sangat mengerikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Bali dan Nusa Tenggara, Ir. R Sudirman, M.M., mengungkapkan, isu lingkungan merupakan isu global. Perubahan iklim merupakan ancaman paling serius terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia akan melakukan kegiatan untuk mendukung program-program seperti energi terbaharukan, efisiensi penggunaan energi, mendukung program adipura dengan melakukan pengurangan gas metan.

Bahkan, Indonesia bersama dengan Polandia dan Denmark dipercaya sebagai pemrakarsa utama perubahan Protokol Kyoto (PK) pasca-2012 (Bali Mandate),” ungkapnya.

Dosen Fakultas MIPA Unud, Ketut Gede Dharma Putra mengungkapkan, dampak pemanasan global ini akan menyebabkan terjadinya banjir akibat badai tropis dan hujan lebat, pencairan lapisan es di kutup dalam kecepatan yang mengerikan, kenaikan permukaan laut, kekeringan dan kelangkaan spesies seiring dengan kesukaran untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.

“Perlu upaya penyelamatan lingkungan hidup yang berbasis kesadaran akan manfaatnya terhadap kelanjutan Bali,” ujarnya. *yas


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost