Denpasar (BisnisBali) –Berbicara
masalah keragaman akulturasi budaya dan pembauran di Bali,
sebenarnya sudah terjadi sejak dulu. Ini dibuktikan dengan
banyaknya peninggalan sejarah tentang pembauran tersebut.
Pembauran yang sudah terjalin sejak dulu itu memang harus
tetap dipertahankan.
Salah satunya melalui khitan masal yang juga diikuti bukan
dari kalangan umat Islam, namun juga pesertanya dari umat
Hindu dan Kristen. Hal itu ditegaskan Wali Kota Denpasar,
AA Puspayoga saat menghadiri khitan masal di Mushollah Al-Hidayah
Padangsambian Kaja, Minggu (17/6) kemarin.
Banyak bukti sejarah yang mencerminkan adanya pembauran,
di antaranya Pura Mekah di Buleleng, Pura Demak di Pemogan
dan kesenian rodat yang bernapaskan Islam.
Lebih lanjut dikatakannya, pembauran bagi Bali itu sendiri
sudah tidak barang baru lagi dan sudah mengglobal. “Pembauran
baik agama dan etnis sudah terjadi sejak dulu dan ini dibuktikan
dengan ditemukannya berbagai peninggalan sejarah dan prasasti,”
katanya. *
|