18 Juni 2007  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
Tri Hita Karana, Payung Pembangunan Bali

Denpasar (BisnisBali) –Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup, seyogyanya menjadi acuan bagi kegiatan berbagai sektor. Tri Hita Karana (THK) sebagai payung filosofi pembangunan Bali, semestinya dikelola sebagai satu kesatuan ekosistem. Ke depan, agar tercipta keseimbangan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup, sehingga menjamin pembangunan berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Asisten Pemerintahan Setda Badung, Wisnu Bawa Temaja saat membacakan sambutan Bupati Badung pada acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia yang dirangkaikan dengan pelepasan anak penyu (tukik), bertempat di depan Kantor Satgas Pantai Kuta, Sabtu (16/6) lalu.

Turut hadir Kepala BKSDA Bali, IB Arnaya, Kepala Bapedalda Badung, Camat Kuta, Lurah Kuta, Bendesa Adat Kuta, jajaran pimpinan Astra World Bali, tokoh-tokoh masyarakat, wisatawan domestik dan mancanegara.

Lebih lanjut Wisnu Temaja mengatakan, terjadinya perubahan iklim mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam di Indonesia seperti banjir, tanah longsor, gelombang pasang dan pencemaran air laut, menunjukkan betapa kompleksnya permasalahan lingkungan hidup.

Hal ini menjadi tantangan berat ke depannya dalam mengelola dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Oleh karena itu, seluruh komponen dapat melakukan introspeksi terhadap pemanfaatan sumber daya alam serta segenap masyarakat Badung berpedoman pada filosofi THK dalam menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan tuhan, dengan sesama dan alam serta kearifan lokal.

Pada kesempatan itu, Wisnu Temaja mengucapkan terima kasih kepada Astra World yang turut mengambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dengan menyumbangkan anak penyu untuk mengantisipasi punahnya penyu di masa mendatang. Oleh karenanya, komponen usaha lainnya diharapkan ikut peduli sehingga pelestarian penyu terwujud. *


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost