Denpasar (BisnisBali) –Pemanfaatan
sumber daya alam dan lingkungan hidup, seyogyanya menjadi
acuan bagi kegiatan berbagai sektor. Tri Hita Karana (THK)
sebagai payung filosofi pembangunan Bali, semestinya dikelola
sebagai satu kesatuan ekosistem. Ke depan, agar tercipta
keseimbangan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup, sehingga
menjamin pembangunan berkelanjutan.
Hal itu diungkapkan Asisten Pemerintahan Setda Badung, Wisnu
Bawa Temaja saat membacakan sambutan Bupati Badung pada
acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia yang dirangkaikan
dengan pelepasan anak penyu (tukik), bertempat di depan
Kantor Satgas Pantai Kuta, Sabtu (16/6) lalu.
Turut hadir Kepala BKSDA Bali, IB Arnaya, Kepala Bapedalda
Badung, Camat Kuta, Lurah Kuta, Bendesa Adat Kuta, jajaran
pimpinan Astra World Bali, tokoh-tokoh masyarakat, wisatawan
domestik dan mancanegara.
Lebih lanjut Wisnu Temaja mengatakan, terjadinya perubahan
iklim mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam di
Indonesia seperti banjir, tanah longsor, gelombang pasang
dan pencemaran air laut, menunjukkan betapa kompleksnya
permasalahan lingkungan hidup.
Hal ini menjadi tantangan berat ke depannya dalam mengelola
dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.
Oleh karena itu, seluruh komponen dapat melakukan introspeksi
terhadap pemanfaatan sumber daya alam serta segenap masyarakat
Badung berpedoman pada filosofi THK dalam menjaga keharmonisan
hubungan antara manusia dengan tuhan, dengan sesama dan
alam serta kearifan lokal.
Pada kesempatan itu, Wisnu Temaja mengucapkan terima kasih
kepada Astra World yang turut mengambil bagian dalam upaya
pelestarian lingkungan hidup dengan menyumbangkan anak penyu
untuk mengantisipasi punahnya penyu di masa mendatang. Oleh
karenanya, komponen usaha lainnya diharapkan ikut peduli
sehingga pelestarian penyu terwujud. *
|