18 Juni 2007  
Home
Berita Terkini

 

Penting, Manajemen Bencana Antisipasi Tsunami

Denpasar (BisnisBali) –Isu-isu bencana tsunami masih menghantui kegiatan sektor pariwisata dalam beberapa pekan terakhir ini. Pemerintah diharapkan bisa menerapkan manajemen bencana tsunami, sehingga bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan wisatawan dari kemungkinan ancaman tsunami.

Ketua Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Udayana, Dr. I Made Wardana, S.E., M.P., Sabtu (16/6) lalu mengatakan, isu tsunami juga akan mempengaruhi sektor pariwisata Bali. Isu tsunami tidak hanya akan mengancam Bali, namun juga akan mempengaruhi seluruh kawasan Indonesia.

Menurut Wardana, bencana tsunami memang bisa diprediksi setelah terjadinya gempa. Gempa tersebut berpotensi menjadi tsunami hanya akan diketahui oleh BMG. “Masih ada kesempatan masyarakat untuk menyelamatkan diri dari tsunami,” katanya.

Ia menjelaskan, perlu adanya manajemen bencana untuk mengantisipasi adanya isu bencana tsunami di Bali. Ini bisa mencontoh kawasan Jepang yang sebelumnya sempat beberapa kali mendapat ancaman tsunami. Salah satunya di Jepang sudah dipasang ribuan alat pendeteksi tsunami. Di Bali baru dipasang puluhan alat deteksi tsunami.

Ia berharap, bangunan hotel di Bali bisa mengikuti bangunan di Jepang. Bangunan di Jepang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga tahan terhadap tsunami. Bangunan besar yang berada di pesisir pantai ini cukup efektif menghalau tsunami.

Ia mengakui, Bali memang rawan terjadi bencana gempa dan tsunami. Perlu dilakukan pelatihan antisipasi tsunami, dan penambahan alat pendeteksi tsunami. Ke depan, bangunan di Bali mesti bebas bencana gempa dan tsunami. Pemerintah melalui BMG diharapkan sigap memberikan informasi kepada masyarkaat jika benar terjadi tsunami.

Lebih lanjut Wardana mengatakan, gelombang pasang juga sempat mengganggu transportasi laut. Kemungkinan gangguan gelombang pasang ini akan mengganggu penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang berakibat pada keterlambatan kedatangan wisatawan domestik. Sementara itu, keberadaan transportasi udara yang mengantar wisatawan mancanegara relatif lancar.

Lebih langjut dikatakannya, wisman tentunya sudah memaklumi keberadaan bencana alam seperti tsunami maupun gelombang pasang di Bali. Kawasan Indonesia hanya sebagian kecil yang tertimpa tsunami.

Kawasan yang tertimpa tsunami juga jauh dari kawasan pariwisata Bali. Dalam promosi Bali, pelaku pariwisata Bali, juga perlu menyertakan peta Indonesia. Ini untuk menunjukkan kawasan Bali jauh dari kawasan lain di Indonesia yang sudah tertimpa musibah tsunami.

Terkait keberadaan ombak besar yang kemungkinan menimpa wisatawan tentunya sudah diantisiasi oleh pelaku wisata bahari. Dengan informasi dari BMG tentunya mereka akan berupaya menghentikan aktivitas bila kondisi laut membahayakan wisatawan yang menikmati wisata tirta. Kenyaman wisatawan ini menyangkut citra Bali di mata wisatawan.

Wardana menegaskan, bencana alam ini tidak hanya terjadi di Bali tetapi terjadi di seluruh dunia. Kalau di Bali terjadi bencana alam, tentu merupakan hal yang nomal di mata wisatawan. *kup

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost