18 Juni 2007  
Home
Berita Terkini

 

PKB, Angkat Potensi Seni di Masyarakat

Denpasar (BisnisBali) –Proses kehidupan seniman Bali dihadapkan dengan masuknya budaya luar yang berdampak positif dan negatif. Guna mencegah pengaruh negatif dari budaya luar, masyarakat Bali di antaranya mengadakan Pesta Kesenian Bali (PKB) secara berkesinambungan tiap tahun.

Hal itu diungkapkan Gubernur Bali, Dewa Made Beratha, saat acara pembukaan PKB ke-29 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Renon.

Dewa Beratha mengatakan, PKB ke-29 ini akan dilakukan satu bulan penuh (16 Juni-14 Juli 2007). PKB tahun ini mengambil tema “Sura Dhira Jayeng Rat” yang berarti aktualisasi kepahlawanan menuju kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan, melalui kegiatan PKB diharapkan bisa mengangkat potensi seni di masyarakat. Kegiatan PKB ini juga diharapkan bisa memberikan inspirasi dan memotivasi masyarakat meningkatkan seni budaya di Bali.

Menurut Dewa Beratha, PKB tahun 2007 ini mengacu pada lima materi pokok, di antaranya pawai, pagelaran/parade, sarasehan dan pameran melibatkan kabupaten/kota se-Bali. Seniman yang akan tampil dalam ajang PKB ini mencapai 13.000 orang.

Kesenian luar daerah yang ikut berpartisipasi tercatat berjumlah 14 partisipan, di antaranya Sumba Barat, Surabaya, Blitar, Gresik, Kutai Kertanegara, Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta Pusat, Dinas Kebudayan dan Permuseuman Pemda DKI Jakarta, ISI Surakarta, Lampung Timur, Karanganyar, Sumatera Barat, Makasar, Kalimantan Tengah dan Papua.

Partisipan luar negeri berjumlah 12, di antaranya Amerika (dua group), Singapura (dua group), India (dua group), Jepang (tiga group), Korea, Cina dan Kanada. Ia memaparkan, kehadiran seniman daerah dan seniman luar negeri sangat penting untuk memperkaya kasanah budaya Bali. Ini juga dimaksudkan untuk memupuk tali persahabatan antardaerah.

Melalui kegiatan berkesenian ini juga dapat menjalin rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan dan dapat mewujudkan suasana damai lahir dan batin. Ia berharap, dengan kehadiran langsung seniman luar daerah dan luar negeri ke Bali, sekaligus menginformasikan kepada masyarakat luar bahwa Bali aman dan nyaman dikunjungi.

Ia menyambut gembira kedatangan seniman luar daerah dan seniman luar negeri yang ikut berpatisipasi melalui PKB tahun 2007.

Lebih lanjut Dewa Beratha mengatakan, dalam PKB ke-29 akan diselenggarakan Utsawa Dharma Gita. Kegiatan tersebut juga untuk menggali seniman-seniman sastra di dalam menjaga kelestarian nilai-nilai sastra.

Nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra tersebut sangat strategis dan telah dimanfaatkan sebagai sumber penggarapan dan penyegaran seni dalam arti luas di Bali.

Ia menambahkan, bersamaan dengan penyelenggaran PKB dan Utsawa Dharma Gita, dalam ajang PKB juga diluncurkan branding Bali yang mengangkat kesenian, alam dan budaya Bali. Ini divisualkan dalam dalam sebuah garapan karya seni pada festival kesenian Bali.

Dalam pembukaan PKB, diawali penampilkan Tari Ciwa Nataraja (lambang PKB), peluncuran branding Bali, Fragmentari “Pemutaran Giri Mandara” (ISI Denpasar).

Kota Denpasar tampil mengambil tema “Dhana” atau pergerakan ekonomi, menyusul kontingen Bangli dengan tema “Utpati” (penciptaan) disusul dengan kabupaten lain dan paritisipan luar daerah dan luar negeri. *kup

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost