Denpasar
(BisnisBali) –Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
menegaskan, Indonesia pada abad ke-21 perlu lebih mengembangkan
pariwisata yang berbasis lingkungan dan ekonomi yang berlandaskan
warisan budaya.
“Upaya itu tanpa mengesampingkan pembangunan bidang
pertanian, industri, usaha jasa dalam meningkatkan kesejahteraan
rakyat,” ungkap Kepala Negara ketika membuka Pesta Kesenian
Bali (PKB) ke-29 tahun 2007 di Denpasar, Sabtu (16/6) lalu.
Di hadapan puluhan ribu seniman serta masyarakat dan wisatawan
yang memadati lapangan bagian selatan Niti Mandala itu, Presiden
SBY mengingatkan, Bali memiliki kekayaan warisan seni dan
budaya yang bermutu.
“Keragaman budaya lokal serta keindahan alam Pulau Dewata
dan sejumlah kebesaran-kebesaran lain haruslah dapat dikembangkan
menjadi ekonomi berbasis warisan serta pariwisata yang berlandaskan
lingkungan,” ujar Presiden SBY dalam acara yang dihadiri
Nyonya Ani Yudhoyono dan Menbudpar Jero Wacik.
Ia mengajak masyarakat untuk terus membangun dan mengembangkan
Bali berdasarkan kekuatan spiritual dan kebesaran yang dimiliki,
mengingat Pulau Dewata selama ini menjadi tulang punggung
kepariwisataan di Tanah Air.
“Kekuatan dan kebesaran yang dimiliki Bali antara lain
kedamaian, keramah-tamahan masyarakat dan spiritualitas alam,
yang senantiasa dapat dipupuk dan terpelihara dengan baik,”
ujar Kepala Negara yang mengenakan busana adat Bali.
Selain itu, SBY juga mengajak para seniman untuk mengembangkan
kreativitas serta inovasi seni dan budaya tanpa meninggalkan
akar dan nilai budaya serta karakteristiknya yang khas.
“Kita bangsa sebuah komunitas di mancanegara memberikan
catatan dan menobatkan Bali sebagai sebuah pulau terindah
di dunia,” katanya seraya berharap Bali secara terus
menerus bisa menunjukkan kepada dunia, bahwa Bali aman dan
nyaman sebagai daerah tujuan wisata dunia.
Pemerintah terus berupaya menggerakkan serta meningkatkan
kepariwisataan dan kebudayaan di Tanah Air guna meningkatkan
kesejahteraan menuju masa depan yang lebih baik. *ant