Banyak mitos yang menyertai, jika seseorang memiliki tubuh
gemuk termasuk juga berbagai penyakit yang bisa menghinggapinya.
Tubuh yang gemuk juga dianggap sebagai satu kondisi yang
tidak wajar dan menandakan orang tersebut mengidap satu
penyakit.
Berat badan berlebih tidak saja membuat seseorang merasa
tidak nyaman, menjadi minder dan susah beraktivitas, tapi
diyakini lebih cepat mengalami pikun dan memiliki daya ingat
yang buruk.
Berdasarkan hasil sebuah penelitian, orang gemuk berusia
paruh baya cenderung meraih nilai lebih jelek dalam tes
ingatan, perhatian dan kemampuan belajar dibandingkan dengan
orang seusia mereka namun bertubuh lebih kurus. Hal itu
menunjukan bahwa makin berat tubuh orang yang berusia setengah
baya, maka akan makin besar risikonya untuk terserang pikun.
Hasil penelitian ini menyatakan kegemukan memiliki angka
yang lebih tinggi untuk penyakit jantung, penyakit urat
darah dan juga diabetes. Ada juga kemungkinan pengaruh bahan
yang dihasilkan oleh sel lemak, seperti hormon leptine,
yang memiliki dampak langsung pada otak.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan studi terhadap dua
ribu orang lebih usia dewasa sehat dengan kisaran umur antara
32-62 tahun. Mereka mengikuti tes kognitif standar untuk
menilai kemampuan mereka seperti ingatan, perhatian dan
kecepatan belajar.
Para peneliti menyimpulkan, mereka dengan indeks massa
tubuh (BMI) yang tinggi mendapatkan nilai tes yang lebih
rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki BMI yang
rendah.
Mereka juga cenderung memperlihatkan kemerosotan kognitif
yang lebih besar selama penelitian itu. Beberapa faktor
seperti usia, pendidikan, dan kesehatan juga ikut menjelaskan
keterkaitan tersebut.
Para peneliti juga menyatakan kemungkinan adanya sel lemak
yang berlebihan yang berdampak langsung pada fungsi otak,
misalnya hormon leptine yaitu hormon yang dikenal dengan
hormon lapar yang dihasilkan oleh sel lemak, mampu memainkan
peran dalam kemampuan seseorang untuk belajar dan mengingat.*/rya
|