Denpasar (BisnisBali) –Bolu kukus
tetap menjadi primadona penjualan jajan upacara untuk Sugihan
yang akan datang ini. Buktinya, pemesanan berbagai bolu
kukus sudah mulai berdatangan termasuk penambahan stok oleh
pedagang jajanan.
‘’Kendati bolu kukus ada anggapan dari masyarakat
saat ini kualitasnya berkurang yaitu, cepat jamuran karena
mengejar terget penjualan, tetap saja ramai dicari masyarakat
tiap menjelang rerahinan,” papar Dayu, pedagang aneka
jajan upacara di Pasar Sanglah, Minggu (17/6) kemarin.
Dikatakan, menjadi kebiasaan menjelang hari raya besar keagamaan
permintaan masyarakat terhadap berbagai jenis kue bolu mengalami
lonjakan. Terutama bolu kukus yang menjadi primadona saat
hari raya. Memiliki warna yang bervariasi serta terkesan
mewah, menjadi alasan kenapa sebagian besar konsumen memilih
bolu sebagai jajan dalam persembahan.
Selain itu, harga jual yang relatif murah sehingga terjangkau
semua kalangan turtut mempengaruhi daya beli konsumen. Permintaan
konsumen terhadap bolu kukus bisa mencapai 20- 30 buah dalam
sekali transaksi pembelian. Tak heran berbagai jenis bolu
kukus ditawarkan mulai ukuran kecil hingga besar. Salah
satunya adalah bolu (roti) kukus, bolu pandan dan masih
banyak lainnya.
Harga bolu pandan atau jenis bolu hijau campur isi taburan
cokelat mesis ceres ditawarkan berkisar Rp 8.000 ukuran
kecil dan ukuran besar berkisar Rp 13.000 per buah. Sementara
roti kukus berbagai warna serta memiliki berbagai aroma
dan rasa ditawarkan bervariasi berkisar Rp 1.000 –Rp
2.000 per buah. Omzet yang diperoleh rata-rata bisa bertambah
menjadi Rp 200.000 per hari.
Melihat ramainya permintaan masyarakat terhadap berbagai
jenis bolu, tambahnya, stok bolu sedikit mengalami penambahan.
Bolu pandan misalnya, dari sebelumnya berkisar 10-20 buah
per hari kini ditambah menjadi 25-40 buah bolu tiap harinya.
Sama halnya bolu kukus dari 25-50 buah kini bisa bertambah
menjadi 50 lebih.
‘’Jumlah ini belum seberapa, menjelang Galungan
bisa lebih banyak lagi mengingat hari raya paling besar
di Bali,” jelasnya. Pedagang kue lainnya di Pasar
Badung, Wartini mengakui, permintaan bolu kukus dan jenis
kue bolu tetap mendominasi transaksi permintaan.
Sebab, tekstur bolu yang lembut serta rasa yang manis disenangi
semua kalangan masyarakat sehingga lungsuran bisa dikonsumsi
langsung.
‘’Penggunaan bolu panggang atau bolu kukus dalam
upacara keagamaan biasanya sebagai penambah menariknya persembahan
yang diaturkan,” paparnya. *dik
BOLU- Bolu kukus dalam upacara keagamaan biasanya sebagai
penambah menariknya persembahan.
|