Denpasar (BisnisBali) –Animo masyarakat
mengkonsumsi pizza bisa dikatakan relatif tinggi, mengingat
makanan ini memiliki cita rasa yang khas. Isian pizza yang
bervariasi mampu angkat penjualan.
Tak heran melihat perkembangan produk makanan ini prospektif.
Sehingga banyak pengusaha roti dan kue yang terjun di usaha
pembuatan pizza.
Purwanto, dari salah toko bakery, Minggu (17/6) kemarin
mengatakan, banyaknya pengusaha roti yang terjun di usaha
penjualan pizza salah satu pemicu persaingan kualitas.
Meski demikian, usaha pizza tetap prospektif mendatangkan
keuntungan sampai saat ini. Persaingan kualitas di sini,
katanya, pengusaha roti baik pengelolaan secara home industry
maupun profesional bersaing untuk menghasilkan suatu produk
yang diinginkan pasar.
Memenuhi keinginan masyarakat yang fanatik terhadap pizza,
ia berusaha menampilkan tekstur pizza yang lembut dan kualitas
terjamin. Berani bermain pada cita rasa yang beda dari pesaing
sejenis seperti menggunakan variasi bahan baku isian.
Apakah itu, daging ayam, sapi, buah-buahan hingga campuran
aneka sayur-sayuran sehingga menghasilkan cita rasa yang
khas dan beda dari pizza yang banyak ditawarkan di pasaran.
Termasuk, bersaing dalam proses kemasan dan pelayanan.
Adanya persaingan kualitas ini secara tidak langsung berpengaruh
pula pada daya beli konsumen. Konsumen biasanya mencari
makanan dengan kualitas terbaik. Dalam menjaring konsumen
dituntut daya kreasi untuk dapat menciptakan kualitas makanan
yang diinginkan pasar.
Harga jual pizza yang terjangkau semua kalangan, tambanya,
turut mempengaruhi daya beli konsumen. Pizza ditawarkan
bervariasi dari Rp 3.000 - Rp 4.000 per porsi tergantung
cita rasa.
Konsumen lebih banyak berasal dari kalangan anak-anak sekolahan,
ibu rumah tangga hingga kalangan pekerja hotel yang biasa
mengkonsumsi pizza di pagi hari sebagai teman minum teh
atau kopi. Melihat harga yang terjangkau serta variasi rasa,
lanjutnya, banyak juga kalangan ibu arisan yang menggunakan
pizza sebagai hidangan camilan.
Hal senada diungkapkan Yanto, karyawan dari salah satu toko
bakery lainnya. Animo masyarakat mengkonsumsi pizza mini
relatif banyak. Sebab, pembuatan pizza mini menggunakan
bahan baku alami sama seperti pizza aslinya, sehingga memiliki
rasa yang khas dan dapat bertahan lama. Selain itu, tekstur
pizza mini yang lembut tidak keras seperti jenis roti yang
dipanggang menjadi kelebihan tersendiri.
Pizza menjadi komoditi makanan yang digemari krama Bali.
Bercermin pada hal tersebut, usaha pizza di Bali memberikan
harapan yang menjanjikan. *oka