18 Juni 2007  
Home
Berita Terkini

 

Faktor Eksternal masih Dorong IHSG BEJ

Jakarta (BisnisBali) –Faktor eksternal masih akan kuat menjadi faktor pendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada pekan depan. "Pergerakan indeks pekan depan masih akan dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti bunga the Fed AS dan bursa regional," kata Analis Riset PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah di Jakarta akhir pekan ini.

Menurut dia, perkiraan The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada level 5,25 persen akan menjadi sentimen positif terhadap bursa regional dan perdagangan saham di BEJ pekan depan.

Selain itu, kata Alfian, pasar saham juga akan masih didorong oleh sentimen individu saham, terutama sektor pertambangan yang didorong oleh menguatnya harga nikel di pasar internasional dan tren menguat harga minyak mentah.

Sementara sentimen dari dalam negeri, lanjutnya, belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dia hanya melihat paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah bersifat jangka panjang. Selama pekan ini, IHSG ditutup menguat 66,19 poin atau 3,22 persen untuk berada di rekor ke terbarunya yang ke 23 pada tahun ini di 2.120,640, sedangkan indeks LQ45 mengalami penguatan 13,725 poin atau 3,21 persen ke level 440,242.

Pergerakan indeks BEJ pada pekan ini bergerak fluktuatif, karena besarnya pengaruh bursa regional dan global. Pernyataan mantan Gubernur The Fed Alan Greenspan menyangkut prediksinya akan terjadinya arus balik modal dari pasar negara berkembang, sempat menjadi sentimen negatif pasar saham global karena ketakutan kembalinya dana jangka pendek tersebut.

Namun, data perekonomian AS terbaru kembali mengangkat bursa AS Wall Street yang berimbas kepada bursa regional dan indeks BEJ yang mencatat rekor tertinggi di akhir pekan. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost