Denpasar (BisnisBali) –Pasar lelang
komoditi agro di Denpasar, setiap pertengahan bulan berlangsung
secara regional karena selain dihadiri masyarakat Bali,
juga oleh pengusaha produsen maupun pembeli luar daerah.
“Lebih banyak komoditi dari luar daerah yang meramaikan
pasar lelang komoditi agro di Bali,” ungkap Kasubdin
Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Bali, Bagus Ketut Wijaya, baru-baru ini.
Ia mengatakan, dari sebelas komoditi yang berhasil ditransaksikan
selama dalam kegiatan pasar lelang agro yang dilaksanakan
di Denpasar, Kamis (14/6) lalu, hanya tiga komoditi produksi
Bali dan sisanya dari luar daerah.
Tiga jenis komoditi hasil pertanian dan peternakan Bali
yang laku dalam bisnis tersebut adalah jeruk hasil perkebunan
petani di kawasan wisata Kintamani, tomat dan sapi potong
yang seluruhnya bernilai Rp 1,8 milyar.
“Sementara sisanya adalah hasil produksi luar daerah
antara lain berupa beras, gula pasir, kacang hijau, kopi
robusta, kopra, lada putih, yang seluruhnya bernilai Rp
30,7 milyar,” ungkapnya.
Pelaksanaan pasar lelang agro di Bali ini cukup menggembirakan,
yakni setiap berlangsung pasar lelang terjadi transaksi/kontrak
jual-beli dengan nilai milyaran rupiah dari komoditi hasil
pertanian.
Hasil aneka kerajinan sebagai mata dagangan cenderamata
juga bisa dipasarkan lewat pertemuan para pengusaha dan
pembeli, pernah sejumlah hasil kerajinan diboyong ke pasar
lelang. Aktivitas pasar lelang agro dilaksanakan di daerah
ini, mengingat hasil pertanian dalam artian luas masih potensial,
seperti kopi, vanili, salak, anggur, kelapa, mete dan sayur-mayur
serta buah-buahan lainnya.
Pasar lelang agro yang berlangsung setiap pertengahan bulan
ini, diharapkan mampu menjadi solusi para petani yang selama
ini menghadapi kendala terutama pascapanen, yakni penurunan
harga saat musim panen. *ant
|