Denpasar (BisnisBali) – Krisis
ekonomi yang berkepanjangan ini, membuat dunia usaha makin
terpuruk. Meski demikian, upaya Pemkot Denpasar untuk membangkitkan
kembali usaha ekonomi kerakyatan ini tak pernah surut.
Krisis ekonomi ini justru akan dijadikan pelajaran berharga
dalam membangun sekaligus pemulihan ekonomi rakyat.
Guna membangkitkan kembali perekonomian yang terpuruk itu,
Pemkot Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar mengajak
empat perajin untuk mengikuti pameran kerajinan produk lokal
yang akan diadakan di Thailand.
“Untuk bisa bersaing, diperlukan strategi dan kejelian
dalam membaca peluang serta harus menguasai teknologi.
Hal ini tentu bisa didapatkan dari pengalaman-pengalaman
yang sifatnya keluar, meski modal masih menjadi kendala
utama para perajin di Bali.
Pemerintah tetap berupaya untuk memfasilitasinya,”
ungkap Wakil Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra
saat menerima empat pengusaha lokal Bali di ruang kerjanya,
Jumat (27/4) kemarin.
Keempat pengusaha itu adalah Nengah Wijana (produk aroma
therapi), Rini Suteja (bunga kering), Sumartini (perak)
dan Putu Yuliarta (kerajinan keramik).
“Selama mengikuti pameran, ternyata produk kita tidak
kalah dengan produk negara lain.
Mengingat kita memiliki ciri khas baik dalam pembuatannya
maupun dalam kemasannya, sehingga banyak negara yang berminat
dengan produk kita.
Misalnya, Prancis, Amerika, Kuwait dan beberapa di antaranya
sudah berani memberikan deposit terhadap produk lokal kita.
Ini membuktikan produk kita masih bisa bersaing dengan
negara-negara yang sudah maju,” kata Putu Yuliarta.
Kebanggaan juga dirasakan Ibu Rini dan Sumartini, karena
pengusaha ini baru pertama kali mengikuti pameran ke luar
negeri dan ternyata produknya cukup digemari.
Pada kesempatan itu, mereka juga mengucapkan terima kasih
kepada Pemkot Denpasar yang sudah memberikan kesempatan
kepada mereka dan berharap even ini dapat dilakukan secara
rutin.
“Peluang sudah diberikan, sekarang bagaimana kita
menyikapinya,” kata Rini. *yas