28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 

Efektif, Pasarkan Kerajinan Perak Langsung

Denpasar (BisnisBali) –Pemasaran aneka kerajinan perak mendapat persaingan yang sangat ketat dari negara pesaing seperti Thailand, Cina, Vietnam, Malaysia dan negara lainnya.

Supaya tak kalah saing, pemasaran langsung sangat efektif. Misalnya, dengan cara mengikuti pameran ke negara tujuan ekspor.

Pemerintah melalui Disperindag Bali, baru-baru ini mengajak 6 perajin dan pengusaha kerajinan perak untuk mengikuti pameran di Hongkong.

Hal ini diakui salah seorang perajin yang diajak pameran, Sudana, Jumat (27/4) kemarin.

Menurut Sudana, sekarang ini memang banyak negara pesaing kerajinan perak. Bahkan, kerajinan perak Bali sudah tidak mampu bersaing dari segi harga.

Pasalnya, kendala klasik yang tak pernah mendapatkan solusi yakni tingginya bahan baku kerajinan perak. Bahkan, ada beberapa negara pesaing menjual produk kerajinan peraknya sama dengan harga bahan baku di Bali.

“Kalau itu terjadi terus, maka kerajinan perak Bali terus kalah bersaing. Kenapa tidak, harga bahan baku sudah lebih tinggi dengan harga kerajinan perak produksi negara pesaing,” katanya.

Sudana menjelaskan, setelah beberapa kali pengalaman berpameran langsung ke luar negeri, sangat efektif dan mengena. Seperti pameran tahun lalu ke Thailand.

Ternyata di Thailand banyak pesaing kerajinan perak, tetapi kalau mau langsung datang memasarkan, maka akan banyak konsumen yang menyukai produk Bali.
“Pameran pertengahan April lalu ke Hongkong juga sama. Ternyata banyak tertarik dengan produk kerajinan perak Bali.

Tetapi ingat, kerajinan yang disukai adalah memiliki daya pikat tersendiri. Ciri khas budaya Bali sangat diminati, sehingga dalam desain ditonjolkan keunikan dan klasik,” katanya.

Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Disperindag Bali, Ni Wayan Kusumawathi mengatakan, hasil pameran yang digelar di Hongkong cukup positif. Pameran internasional yang digelar di Hongkong itu, hanya diperuntukkan khusus buyer.

Pasalnya, kalau ingin mengunjungi pameran harus mendaftarkan perusahaannya.

“Buktinya, peserta yang kami ajak banyak mendapat sambutan atau kunjungan dari buyer seluruh dunia. Memang transaksi secara langsung waktu itu belum ada, tetapi kontak dagang terus terjadi.

Mudah-mudahan sekarang ini sudah banyak peserta mendapat order langsung dari buyer,” katanya.

Kusumawathi menambahkan, pameran yang tepat adalah pameran khusus untuk pengusaha. Seperti di Hongkong baru-baru ini, peserta diawasi ketat dan tidak boleh menjual produk secara ritel.

Apabila diketahui maka akan dijatuhkan sanksi. Untuk itu, peserta hanya diperbolehkan memajang produk sebagai contoh, sedangkan kalau ada buyer yang menginginkan contoh, baru bisa dijual.

“Mulai dari dibukanya pameran stan kita sudah banyak pengunjung. Antusias tersebut tergambar, karena buyer yang berkunjung ingin informasi secara detail dan lengkap.

Sehingga tidak jarang buyer harus antre mendapatkan informasi para peserta,” katanya. *sta

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost