Gianyar (BisnisBali) –Amerika Serikat
(AS) merupakan negara pemasok kerajinan perak terbesar.
Bukan hanya satu periode saja, namun tiap tahun selalu ekspor
barang dagangan ini terbesar ke negara tersebut.
Berdasarkan data yang dimiliki Asephi Bali, selama ini ekspor
kerajinan perak terbesar yakni AS, England dan Jerman. Di
samping itu, Kanada dan Italia juga pemasok kerajinan perak
yang cukup banyak.
Ketua Bidang Kerajinan Perak dan Emas Asephi Bali, Nyoman
Rupadana, Jumat (27/4) mengatakan, AS selain negara sasaran
pasar besar selama ini, pelaku bisnisnya juga cukup banyak
dibandingkan negara lainnya.
Sudah menjadi kenyataan, bahwa kerajinan perak Bali yang
notabene proses produksinya mengandalkan keindahan dan keahlian
tangan (bukan mesin) sangat diminati konsumen AS.
“Contohnya produksi kerajinan kami, pemasarannya dominan
ke AS. Rata-rata pelanggan (buyer) AS melebihi 50 persen
dari jumlah buyer yang ada. Memang kalau dilihat dari jumlah
pemesanannya, cukup berimbang antara satu buyer dengan buyer
lainnya,” jelasnya.
Menurut Rupadana, selain AS, England, Jerman, Kanada dan
Spanyol, Italia juga cukup potensial untuk pemasaran kerajinan
yang satu ini.
Negara-negara tersebut juga secara rutin setiap tahunnya
mengimpor kerajinan perak Bali.
“Secara umum, kerajinan perak terus mengalami penurunan.
Hal ini disebabkan, persaingan dengan negara lainnya cukup
ketat.
Sudah menjadi dilema klasik, kerajinan perak Bali kalah
bersaing karena tingginya harga bahan baku.
Di samping itu, sentuhan teknologi juga sangat minim, sehingga
di Bali sangat sulit membuat mess produk. Selama ini, dominan
masih berkutat pada skill tangan (hand made).
Justru hand made inilah selama ini kerajinan perak dapat
bertahan,” katanya sambil mengakui buyer yang masih
setia menjual aneka kerajinan perak Bali lantaran seni dan
keunikannya. *sta