Amlapura (BisnisBali) - Lagi-lagi Karangasem
dilirik oleh luar negeri. Setelah sebelumnya wine salak,
kini arak suling (shake) dikirim ke Jepang, alhasil pengusaha
di negeri Sakura itu pun melirik potensi minuman keras Karangasem
dan langsung melakukan penjajagan ke Karangasem.
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg belum lama ini mengatakan,
pihak pengusaha asal Jepang tersebut bermaksud menggandeng
Pemkab
Karangasem dalam melakukan komunikasi dan penelitian terkait
kemungkinan untuk merealisasikan komoditi minuman khas shake
menjadi komoditi ekspor.
Asisten II Setda Kabupaten Karangasem I Wayan Artadipa,
S.H., M.H., menambahkan, ketertarikan pengusaha Jepang sedang
dalam taraf memperoleh kejelasan baik menyangkut legalitas
produk, kualitas serta seberapa jauh kapasitas melayani
order.
Sebab izin ekspor yang terbatas itu, menurutnya, ada di
tangan Instansi Bea Cukai.
Dikatakan pula, potensi arak suling Antiga yang juga ditunjang
oleh produk lainnya, kini sedang diproses izin produksinya,
izin bangunan maupun HO. Sehingga pada kedatangan pengusaha
Jepang nanti, data pendukung tersebut sudah lengkap.
Ia menilai komoditi minuman khas itu cukup prospektif,
karena di samping mampu mendukung pengembangan pariwisata
dengan dibangunnya dermaga Kapal Pesiar juga dapat menambah
devisa negara.
Kabid Industri Disperindag Karangasem Drs. I Gde Putu Astawa
mengatakan, proses perizinan HO dan TDI (Tanda Daftar Perusahaan)
terhadap komoditi shake khas Bali itu kini sedang dituntaskan
perizinan amdal dan NPBKC yang dikeluarkan Bea Cukai.
Rencananya kedatangan tamu Jepang tersebut akan diterima
di Hotel Rama.
Ketua PHRI Karangasem, Ir. I Wayan Tama mengatakan, untuk
menembus peluang bisnis di mancanagera, komoditi minuman
shake khas Bali ini merupakan terobosan yang baik.
Terlebih, pangsa pasar ekspor komunitasnya sangat terbatas.
Ia mengaku tidak khawatir kalau shake yang bahan bakunya
terbuat dari tuak kelapa itu dikembangkan, karena shake
ini tidak diperjual belikan secara bebas.
Untuk itu ia berharap, pihak terkait turut memantau dan
mengawasi produk tersebut agar tidak jatuh dan disalahgunakan
oleh oknum tertentu. *eka