28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
’’Wine’’ Salak Disusul ’’Shake’’ Khas Karangasem

Amlapura (BisnisBali) - Lagi-lagi Karangasem dilirik oleh luar negeri. Setelah sebelumnya wine salak, kini arak suling (shake) dikirim ke Jepang, alhasil pengusaha di negeri Sakura itu pun melirik potensi minuman keras Karangasem dan langsung melakukan penjajagan ke Karangasem.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg belum lama ini mengatakan, pihak pengusaha asal Jepang tersebut bermaksud menggandeng Pemkab

Karangasem dalam melakukan komunikasi dan penelitian terkait kemungkinan untuk merealisasikan komoditi minuman khas shake menjadi komoditi ekspor.

Asisten II Setda Kabupaten Karangasem I Wayan Artadipa, S.H., M.H., menambahkan, ketertarikan pengusaha Jepang sedang dalam taraf memperoleh kejelasan baik menyangkut legalitas produk, kualitas serta seberapa jauh kapasitas melayani order.

Sebab izin ekspor yang terbatas itu, menurutnya, ada di tangan Instansi Bea Cukai.

Dikatakan pula, potensi arak suling Antiga yang juga ditunjang oleh produk lainnya, kini sedang diproses izin produksinya, izin bangunan maupun HO. Sehingga pada kedatangan pengusaha Jepang nanti, data pendukung tersebut sudah lengkap.

Ia menilai komoditi minuman khas itu cukup prospektif, karena di samping mampu mendukung pengembangan pariwisata dengan dibangunnya dermaga Kapal Pesiar juga dapat menambah devisa negara.

Kabid Industri Disperindag Karangasem Drs. I Gde Putu Astawa mengatakan, proses perizinan HO dan TDI (Tanda Daftar Perusahaan) terhadap komoditi shake khas Bali itu kini sedang dituntaskan perizinan amdal dan NPBKC yang dikeluarkan Bea Cukai.

Rencananya kedatangan tamu Jepang tersebut akan diterima di Hotel Rama.
Ketua PHRI Karangasem, Ir. I Wayan Tama mengatakan, untuk menembus peluang bisnis di mancanagera, komoditi minuman shake khas Bali ini merupakan terobosan yang baik.

Terlebih, pangsa pasar ekspor komunitasnya sangat terbatas.

Ia mengaku tidak khawatir kalau shake yang bahan bakunya terbuat dari tuak kelapa itu dikembangkan, karena shake ini tidak diperjual belikan secara bebas.

Untuk itu ia berharap, pihak terkait turut memantau dan mengawasi produk tersebut agar tidak jatuh dan disalahgunakan oleh oknum tertentu. *eka

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost