Gianyar (BisnisBali) -Lembaga perkreditan
desa (LPD) se-Kecamatan Ubud Gianyar kini secara terus-menerus
memupuk persatuan melalui sinergi antar-LPD.
Tujuannya, kehadiran LPD di desa pakraman akan mampu memacu
pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Salah seorang mantan pengurus BKS-LPD Gianyar, I Wayan Sumariyasa,
S.E. yang juga Kepala LPD Pengosekan mengatakan hal itu,
ketika diminta konfirmasinya Jumat (27/4) kemarin terkait
komitmen LPD se-Kecamatan Ubud bersatu dalam pengelolaan
keuangan mikro untuk kesejahteraan warga pakraman khususnya
di Ubud.
Menurut dia, dalam pengelolaan keuangan mikro, LPD berperan
penting untuk ikut menggerakkan sektor real mengingat pengusaha
kecil/mikro di tingkat pedesaan kecamatan diberdayakan dengan
sistem kemitraan yang saling menguntungkan satu sama lainnya.
Dalam hubungan kemitraan dengan masyarakat adat sebagai
pemegang utama saham LPD ada beberapa elemen yang perlu
ditumbuhkan.
Di antaranya meliputi kerja sama saling menguntungkan
dan adanya bantuan dari yang kuat kepada yang masih lemah.
Bagaimana cara mengayomi warga adat sebagai debitur tatkala
dihadapkan dengan kredit LPD bermasalah?
Sumarayasa mengingatkan kepada pengurus LPD untuk menghindari
praktik-praktik penyitaan aset warga sendiri akibat kredit
bermasalah.
Untuk menyelesaikan kredit bermasalah masih banyak jalan
keluar terbaik ditempuh LPD.
Salah satunya, berikan mencicil kredit bermasalah sesuai
kemampuannya setiap bulan. *dra
|