Jakarta (BisnisBali) –Bank Dunia
menyepakati pencairan pinjaman tanpa bunga sebesar 123 juta
dolar AS untuk mendukung Program Pengembangan Kecamatan
(PPK) Indonesia sebagai bagian dari program pemerintah untuk
pengentasan kemiskinan.
Demikian dikutip dari situs resmi Bank Dunia, Jumat kemarin.
Program nasional PPK menyediakan pembiayaan bagi masyarakat
kota untuk meningkatkan pendapatan mereka sesuai dengan
usaha mereka.
Diawali dari 28 kelurahan pada 1998, program tersebut kini
meliputi 34.000 kelurahan di 30 propinsi.
Dalam sembilan tahun sejak dirintis, program itu telah
menghasilkan sekitar 31.000 jalan, 8.000 jembatan, lebih
dari 9.000 unit sanitasi dan irigasi, 3.000 posyandu dan
5.000 sekolah.
"Indonesia telah berhasil mengubah paradigma pembangunan
dengan menjadikan masyarakat miskin sebagai subjek, dan
bukan sebagai objek pembangunan," kata Pejabat Country
Director Bank Dunia untuk Indonesia, Joel Hellman.
"Kajian dan audit internasional menunjukkan bahwa model
pembangunan seperti ini memberikan hasil yang lebih baik,
transparansi dan kesinambungan yang lebih besar.
Bahkan model ini juga berperan efektif untuk menjaga kesinambungan
proses rekonstruksi Aceh dan bagian lain di Indonesia dimana
bencana alam dan konflik terjadi," katanya.
Akibat dari perubahan politik menyusul diterapkannya desentralisasi,
PPK akan difokuskan pada pengentasan kemiskinan melalui
beberapa cara, yaitu memberi akses bagi partisipasi masyarakat
di tingkat pemerintahan daerah, membangun infrastruktur
sosial dan ekonomi yang murah, memperkuat kapasitas pembiayaan
mikro, dan rekonstruksi daerah yang terhantam bencana alam.
Hingga saat ini, program PPK telah memberikan 1,45 milyar
dolar AS yang telah memperkuat masyarakat untuk membangun
infrastruktur wilayah serta memperbaiki kapasitas dan program
pengentasan kemiskinan.
Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan cakupan
program PPK hingga 36.000 kelurahan di 1.800 daerah atau
separuh dari kelurahan di Indonesia.
Pinjaman tersebut merupakan pinjaman "International
Development Agency" Bank Dunia, yang memberi kredit
konsesi atau pinjaman bebas bunga bagi negara miskin.
Pengembaliannya bisa dilakukan dalam 35-40 tahun dengan,
masa tenggang (grace period) 10 tahun. *ant