28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 

Cegah Kecelakaan, Balawista Badung Perketat Pengawasan

Badung (BisnisBali)-Rambu-rambu keamanan yang dipasang petugas balawista di Pantai Kuta kerapkali dilanggar wisatawan.

Menyikapi kondisi tersebut, personil Balawisata Badung memperketat pengawasan untuk mencegah kecelakaan yang terjadi di kawasan Pantai Kuta.

Pengawas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Badung, Ketut Sandi, Jumat (27/4) kemarin mengatakan kondisi Pantai Kuta, April 2007 ini relatif stabil.

Beberapa hari terakhir memang terlihat gelombang cukup besar, tetapi tidak terlalu mengganggu aktivitas wisatawan di Pantai Kuta.

Sebaliknya, adanya ombak besar ini membuat wisatawan lebih tertarik melakukan kegiatan surfing.

Diungkapkan, guna menjaga keamanan pengunjung pantai petugas Balawista Badung berupaya memperketat pengawasan.

Petugas balawista di pantai Kuta lebih banyak melakukan tindakan preventif.

Wisatawan yang ingin berenang diarahkan menuju kawasan pantai yang tidak rawan kecelakaan.

Dijelaskan, personil balawista Badung juga sudah mengarahkan wisatawan berenang atau melakukan kegiatan surfing pada wilayah berbendera merah dan kuning.

Wisatawan diperingatkan tidak melakukan aktivitas di kawasan pantai yang dipasang bendera merah.

Berdasarkan data terakhir di Balawista Badung, April 2007 sudah terjadi hampir 11 kecelakaan pantai yang menimpa wisatawan.

Sebagian insiden kecelakaan tersebut menimpa orang lokal dan wisatawan domestik.

Dari wisman yang mengalami kecelakaan di Pantai Kuta meliputi wisatawan asal Australia, Rusia, Portugal dan Brazil.

Dari laporan kecelakaan April 2007 tersebut belum sampai menelan korban. Penyebab kecelakaan pada April 2007 ini adalah karena terseret arus.

Korban lebih banyak tidak bisa berenang tetapi berhasil diselamatkan oleh petugas balawista Badung saat terseret arus Pantai Kuta.

Lebih lanjut Sandi mengatakan pada Maret 2007 terjadi 9 kasus kecelakaan. Kecelakaan tersebut lebih banyak menimpa wisman seperti dari Jerman dan Rusia.

Bahkan, salah satu korban wisman asal Jerman dinyatakan meninggal dunia karena terseret arus dan dihatam gelombang besar.

Menyikapi kecelakaan tersebut, Sandi menegaskan petugas balawista sudah berupaya memperkuat personil pengamanan di masing-masing pos pengawasan.

Salah satu contoh di pantai Kuta terdapat 6 pos pengawasan. Dalam satu pos sudah diperkuat dengan 7 personil balawista. *kup

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost