28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 

Faktor Ekonomi Global, Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bali

Denpasar (BisnisBali) -Penurunan ekonomi dunia secara global sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Bali.

Melihat kondisi tersebut, pelaku pariwisata di Bali perlu memaklumi penurunan kunjungan wisatawan seperti dari negara-negara di Eropa akibat belum stabilnya perekonomian di kawasan tersebut.

Walaupun demikian, ada kecenderungan wisatawan asal negara subtropis seperti Eropa akan mengunjungi kawasan tropis seperti Bali pada musim dingin.

Ketua Program Studi Pariwisata Universitas Udayana, Drs. I Putu Anom, M.Par., Jumat (27/4) kemarin mengatakan, tiga syarat wisatawan bisa berlibur meliputi memiliki ketersediaan dana, tidak memiliki permasalahan kesehatan, dan memiliki waktu senggang (leisure time) untuk berlibur.

Diungkapkan, ketersediaan dana untuk berlibur ini sangat tergantung perekonomian calon wisatawan. Lesunya perekonomian suatu negara bisa mengurangi pendapatan calon wisatawan.

Mereka tentunya harus memenuhi kebutuhan primer (pokok) dan kebutuhan sekundernya.

Sementara kebutuhan tersier seperti berlibur bisa terpenuhi jika mereka memiliki pendapatan lebih atau simpanan yang lebih banyak.

Dijelaskan, bisa dimaklumi penurunan kunjungan wisatawan dari kawasan Eropa ke Bali kemungkinan besar dipengaruhi menurunnya perekonomian dunia secara global.

Mereka tentunya menunda atau mengalihkan kunjungan ke objek wisata yang lebih dekat seperti di seputar kawasan Eropa sendiri.
Dipaparkan, penurunan perekonomian suatu negara (asal wisatawan) salah satu dipengaruhi faktor keamanan.

Keamanan tersebut mencakup keamanan pascapercaturan politk dan isu terorisme.

Kedua karena pengaruh cuaca seperti pemanasan global dan bencana alam yang berakibat mengganggu kegiatan ekonomi dan bisnis.

Menurutnya di luar ketersediaan dana, keadaan kesehatan calon wisatawan mempengaruhi mereka mengunjungi ke kawasan pariwisata.

Salah satu contoh dari Eropa ke Bali, wisatawan mesti menempuh perjalanan jauh sehingga memerlukan kondisi kesehatan yang baik.

Mereka tentunya mesti melewati transportasi udara maupun transportasi darat.
Lebih lanjut dikatakan, ketersediaan waktu senggang juga mempengaruhi kunjungan wisata ke Bali.

Wisatawan yang berasal dari dari kawasan subtropis (memiliki 4 musim) seperti kawasan Eropa akan memilih berlibur pada musim dingin.

Masyarakat di Eropa umumnya tidak bisa bekerja atau beraktivitas secara penuh pada saat musim dingin.
Diakuinya, pada musim dingin memang terlihat banyak wisatawan seperti dari Eropa berkunjung ke kawasan wisata memiliki iklim tropis seperti di Bali.

Musim dingin tersebut jatuh pada kisaran September-Desember. Kunjungan wisatawan seperti dari Eropa ke Bali juga terlihat ramai pada hari besar seperti perayaan Natal dan Tahun Baru. *kup

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost