Denpasar (BisnisBali) -Penurunan ekonomi
dunia secara global sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan
ke Bali.
Melihat kondisi tersebut, pelaku pariwisata di Bali perlu
memaklumi penurunan kunjungan wisatawan seperti dari negara-negara
di Eropa akibat belum stabilnya perekonomian di kawasan
tersebut.
Walaupun demikian, ada kecenderungan wisatawan asal negara
subtropis seperti Eropa akan mengunjungi kawasan tropis
seperti Bali pada musim dingin.
Ketua Program Studi Pariwisata Universitas Udayana, Drs.
I Putu Anom, M.Par., Jumat (27/4) kemarin mengatakan, tiga
syarat wisatawan bisa berlibur meliputi memiliki ketersediaan
dana, tidak memiliki permasalahan kesehatan, dan memiliki
waktu senggang (leisure time) untuk berlibur.
Diungkapkan, ketersediaan dana untuk berlibur ini sangat
tergantung perekonomian calon wisatawan. Lesunya perekonomian
suatu negara bisa mengurangi pendapatan calon wisatawan.
Mereka tentunya harus memenuhi kebutuhan primer (pokok)
dan kebutuhan sekundernya.
Sementara kebutuhan tersier seperti berlibur bisa terpenuhi
jika mereka memiliki pendapatan lebih atau simpanan yang
lebih banyak.
Dijelaskan, bisa dimaklumi penurunan kunjungan wisatawan
dari kawasan Eropa ke Bali kemungkinan besar dipengaruhi
menurunnya perekonomian dunia secara global.
Mereka tentunya menunda atau mengalihkan kunjungan ke
objek wisata yang lebih dekat seperti di seputar kawasan
Eropa sendiri.
Dipaparkan, penurunan perekonomian suatu negara (asal wisatawan)
salah satu dipengaruhi faktor keamanan.
Keamanan tersebut mencakup keamanan pascapercaturan politk
dan isu terorisme.
Kedua karena pengaruh cuaca seperti pemanasan global dan
bencana alam yang berakibat mengganggu kegiatan ekonomi
dan bisnis.
Menurutnya di luar ketersediaan dana, keadaan kesehatan
calon wisatawan mempengaruhi mereka mengunjungi ke kawasan
pariwisata.
Salah satu contoh dari Eropa ke Bali, wisatawan mesti menempuh
perjalanan jauh sehingga memerlukan kondisi kesehatan yang
baik.
Mereka tentunya mesti melewati transportasi udara maupun
transportasi darat.
Lebih lanjut dikatakan, ketersediaan waktu senggang juga
mempengaruhi kunjungan wisata ke Bali.
Wisatawan yang berasal dari dari kawasan subtropis (memiliki
4 musim) seperti kawasan Eropa akan memilih berlibur pada
musim dingin.
Masyarakat di Eropa umumnya tidak bisa bekerja atau beraktivitas
secara penuh pada saat musim dingin.
Diakuinya, pada musim dingin memang terlihat banyak wisatawan
seperti dari Eropa berkunjung ke kawasan wisata memiliki
iklim tropis seperti di Bali.
Musim dingin tersebut jatuh pada kisaran September-Desember.
Kunjungan wisatawan seperti dari Eropa ke Bali juga terlihat
ramai pada hari besar seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.
*kup