Kuta (BisnisBali) -Sebagian orang Australia
menganggap Bali adalah rumah kedua mereka. Banyak dari mereka
tidak peduli dengan apa yang terjadi selama ini termasuk
peristiwa bom Bali.
Kecintaannya dengan Bali membuat seorang warga Australia
ingin mati dan diaben di Pulau Dewata ini.
Jumat (27/4) pagi sekitar pukul 10.30 kemarin di depan Satgas
Pantai Kuta puluhan orang berkumpul dengan iringan instrumen
khas Bali.
Suara angklung yang biasa mengiringi uapacara ngaben mendalu-dalu
menyeruak deburan ombak Pantai Kuta.
Seorang perempuan asing dengan mengenakan kebaya orange
dan kacamata coklat tampak pasrah begitu sebuah karangan
bunga dilepas ke laut.
Puluhan orang yang berasal dari kerabat dan para temannya
di Bali hadir dalam upacara terserbut.
“Suami saya ingin diaben di Bali,” ujar Dianne
istri dari Noel Prosser warga Australia yang tinggal di
Bali selama 20 tahun.
Menurut Dianne, suaminya Noel Prosser yang meninggal setahun
lalu sebelum meninggal berpesan agar diaben layaknya orang
Bali. Berdasarkan pesan tersebut ia berusaha mewujudkan
keinginan suaminya tersebut.
ayangnya ngaben yang sesuai dengan adat Bali tidak bisa
ia laksanakan karena beberapa halangan.
Namun ia bahagia bisa melaksanakan titah suaminya kendati
ngaben yang dilakukan tersebut hanya simbolis.
“Ini merupakan bukti dari kecintaan saya dan suami
saya terhadap Bali,” ungkapnya.
Baik ia dan suaminya menyatakan Bali adalah rumah kedua
yang sangat ia cintai.
Beberapa hari lagi Dianne akan bertolak kembali ke Australia
bersama keluarga dan para temannya.
“Empat bulan lagi saya akan kembali ke Bali. Saya
akan terus datang ke Bali. Tapi yang pasti Bali adalah rumah
kedua saya,” tambahnya. *wid
|