28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 

Bersaing Ketat, Taksi Diremajakan

Denpasar (BisnisBali) -Para operator taksi di Bali belakangan ini ketar-ketir. Selain penumpang sepi, jumlah armada taksi saat ini cukup banyak sehingga persaingan menjadi ketat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebagian operator taksi melakukan peremajaan armada. Salah satunya Koptax Ngurah Rai.

Menurut Ketua Koperasi Jasa Angkutan Taxi (Koptax) Ngurah Rai, Wayan Pande Sudirtha, S.H., pendapatan para sopir taksi belakangan ini sangat kecil.

‘’Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami melakukan berbagai upaya agar tetap eksis di tengah persaingan,’’ ujarnya.

Langkah yang diambil adalah melakukan peremajaan sehingga pelayanan kepada penumpang menjadi lebih baik.

Terbukti, sebagian armada taksi Ngurah Rainya saat ini menggunakan Chevrolet Kalos, sedangkan sisanya masih menggunakan merek Honda, Toyota, Mazda dan Ford.

‘’Kami sengaja memilih Chevrolet Kalos dalam peremajaan taksi ini, karena produk ini telah teruji ketangguhan dan keiritan konsumsi BBM-nya. Jam terbang taksi cukup tinggi sehingga dibutuhkan kendaraan yang selalu prima dan tidak boros.

Kami pastikan, baru di Bali yang memakai Kalos sebagai taksi,’’ ungkapnya.
Disinggung mengenai jumlah armada taksi Ngurah Rai yang beroperasi saat ini, kata Sudirtha, sekitar 827 unit, baik yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai maupun di luar bandara.

Transportasi jenis kendaraan sewa yang tempat duduknya di bawah 7 seat, seperti Suzuki APV dan Mazda tipe 2.000 anggotanya sebanyak 502 anggota.

‘’Selain peremajaan, kami juga terapkan sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti melanggar aturan agar citra taksi Ngurah Rai tidak merosot di mata penumpang,’’ tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ketut Mahendra, salah seorang pemilik taksi. ‘’Pengusaha jasa angkutan taksi saat ini menghadapi situasi yang dilematis. Jika kami menaikkan tarif, penumpang akan berpaling ke angkutan lain yang lebih murah.

Jika tidak dinaikkan, perusahaan akan merugi karena biaya operasional taksi terus meningkat,’’ ujarnya.

Lanjut Mahendra, agar taksinya prima dan tidak cerewet, dia melakukan peremajaan dengan menggunakan produk Toyota tipe Vios (Limo untuk taksi) saat ini, sedangkan sebelumnya dia menggunakan produk Mazda dan Ford.

’’Makin tua umur taksi, jelas biaya perawatan kendaraan meningkat, sehingga kami melakukan peremajaan setiap 5 tahun,’’ ungkapnya.

Saat ini, kata dia, banyak sopir taksi yang mengeluh tidak bisa memenuhi setoran akibat persaingan makin ketat.

Tak berlebihan, kalau ada harapan agar pemerintah daerah menyetop pemberian izin taksi baru untuk sementara waktu.

Jumlah taksi yang berseliweran sekarang ini telah melebihi kapasitas penumpang yang ada. *aya

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost