Denpasar (BisnisBali) –Pengusaha
yang terjun dalam bisnis pakaian perlu dukungan desainer
untuk dapat berkembang secara optimal. Demikian diungkapkan
salah seorang desainer lokal, AA Ayu Kharisma Dewi, baru-baru
ini.
Ia mengungkapkan, kerja sama antara pemodal dengan desainer,
akan memperkecil kendala operasional maupun produksi, sehingga
dapat berkonsentrasi pada promosi.
“Perlu kerja sama antara pengusaha dan desainer untuk
dapat menjaga kelangsungan bisnis pakaian, khususnya yang
menyasar pasar lokal, domestik, dan asing,” ujarnya.
Selama ini keterbatasan kemampuan desain yang dimiliki pemilik
modal dan hanya memproduksi produk-produk jadi yang sudah
umum, sangat sulit untuk menghabiskan hasil produksi, hingga
menyisakan stok dalam jumlah besar, yang berarti usaha merugi.
Agar produk dapat terserap pasar, maka kemampuan teknis
dan material mesti sama-sama saling mendukung.
Dimilikinya modal yang cukup, akan dapat memperlancar pembelian
bahan baku, mesin produksi, dan peralatan terkait lainnya
yang dapat mempermudah dalam pekerjaan.
Sementara kemampuan desain yang ada pada desainer, akan
memberikan nilai tambah sekaligus menjadi daya tarik pasar
untuk membelinya.
Ia menambahkan, persaingan ketat yang tak dapat dihindari,
menyebabkan bisnis pakaian makin sulit.
Karena itu, selain berpedoman pada kondisi ekonomi, selera
pasar, juga rajin mengikuti perkembangan mode pakaian. Dengan
cara ini, pengusaha tak akan mengambil langkah keliru.
“Berbagai pertimbangan dalam wujud strategi bisnis
yang jitu mesti dirancang pengusaha pakaian untuk dapat
menghasilkan manfaat yang optimal,” katanya.
Di tempat terpisah, desainer lainnya G Antika menambahkan,
kerja sama diperlukan dengan prinsip saling menguntungkan.
Kemampuan inovasi seorang desainer bisa jadi harus dihargai
mahal jika mampu menghasilkan manfaat yang berlimpah bagi
usaha.
“Kerja sama mesti diatur sedemikian rupa, sehingga
kemajuan industri pakaian lokal, tak terhalang karena konflik
pemodal dengan desainer. Keduanya mesti bersama-sama memikirkan
strategi bisnis pakaian ke depannya dengan peran masing-masing,”
katanya.
Ia optimis, kalau kerja sama yang baik dapat dilakukan desainer-desainer
yang selama ini bekerja tanpa dukungan modal yang cukup
akan lebih mapan, untuk menggapai pasar yang lebih luas,
tentunya dengan hasil rancangan yang bermutu. *gun