Denpasar
(BisnisBali) –Lewat workshop payas pengantin
Bali yang digelar BisnisBali bekerja sama dengan pakar tata
rias dan busana adat Bali, dari Yayasan Kecantikan Agung,
AA Ayu Ketut Agung dan Activa Skin Care Cosmetik, masyarakat
Bali diharapkan makin ingat nilai-nilai budaya, terutama
di bidang tata rias pengantin dan busana adat Bali.
Selanjutnya, mampu mengangkat potensi bisnisnya demi kesejahteraan
bersama.
Demikian antara lain pengantar AA Sri Utari Satria Naradha,
pada workshop payas pengantin Bali, di Gedung Nari Graha,
Renon, Denpasar, Jumat (27/4) kemarin.
Diungkapkan, Bali terkenal di dunia internasional karena
keunikan nilai-nilai budaya dan adat-istiadatnya yang adiluhung.
Itu pulalah yang menyebabkan pulau yang dikenal dengan
sebutan seribu pura ini dikunjungi wisatawan asing sejak
tahun dua puluhan.
Dampak yang ditimbulkan juga harus diakui tak hanya positif,
tetapi juga berupa ancaman hancurnya kebudayaan Bali.
Kenyataan ini mengemuka sebagai konsekuensi dari pesatnya
perubahan sosial budaya, yang telah membawa kondisi masyarakat
dan kebudayaan menjadi labil.
Dalam rangka industrialisasi juga terjadi introduksi dan
adopsi nilai-nilai baru. Perjumpaan nilai-nilai lama dan
nilai baru, besar kemungkinan dapat melemahkan nilai-nilai
dasar yang membentuk jati diri masyarakat Bali.
Pelestarian budaya perlu dilakukan secara terus-menerus,
salah satunya lewat workshop rias pengantin Bali.
Ini penting.
Selain sebagai wujud membangkitkan kegairahan kalangan
remaja untuk menekuni bidang rias pengantin Bali, sebagai
keterampilan khas orang Bali, sekaligus terbukanya wawasan
mereka guna mampu mengarahkan keterampilan yang mereka miliki
dan peluang yang ada menjadi komoditi bisnis yang mampu
meningkatkan taraf hidup masyarakat Bali kini dan mendatang.
Dikatakan juga, meski disadari perubahanlah yang kekal dalam
kehidupan di dunia ini, jika boleh diharapkan, perubahan
itu jangan sampai membuat tercerabutnya masyarakat Bali
dari akar budaya.
Perubahan lingkungan yang makin cepat dan acak, mengharuskan
masyarakat untuk memikirkan kembali validitas dan reliabelitas
paradigma berpikir masyarakat Bali, agar tak terseret ke
dalam hegemoni budaya global.
Ajeg Bali mesti dilaksanakan agar masyarakat menjadi eling.
Eling dengan nilai-nilai budayanya yang adiluhung, warisan
leluhur, adat-istiadat, dan terhadap kawitan sebagai Sang
Sangkan Paraning Dumadi.
Sementara, AA Ketut Agung, pada kesempatan itu, menjelaskan
keragaman rias pengantin Bali. Intinya, perbedaan rias pengantin
yang relatif tipis antara satu kabupaten dan kabupaten lainnya,
sangat dipengaruhi kekhasan karakter daerah masing-masing.
Perbedaan yang tipis jangan menjadi hambatan untuk dapat
melestarikan rias pengantin Bali, yang berakar dari nilai-nilai
budaya yang adiluhung.
Dicontohkan beberapa rias pengantin, seperti dari Denpasar,
Badung, Karangasem, dan lainnya, yang semuanya memiliki
ciri khas tersendiri.
Pada kesempatan itu, pakar kosmetik Activa, Dokter Mona
mengungkapkan, kosmetik activa menawarkan berbagai produk
yang alami untuk meningkatkan kepercayaan diri kaum wanita
sebelum menjalani rias pengantin Bali.
Salah satunya Activa Silhouette yang dijual dalam tiga
paket. Dua paket gel, sabun, dan alat massage.
Manfaatnya untuk mengurangi ukuran beberapa organ tubuh
yang mengalami pemelaran, akibat melahirkan, dan lainnya.
Cara kerjanya meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme
tubuh.
‘’Dalam 40 menit dijamin membuahkan hasil
optimal,’’ ujarnya.
Dia juga menjelaskan tentang selulit.
Keluhan ini tak hanya dialami wanita kurus, namun juga
gemuk. Penyebabnya, terjadinya penyumpatan cairan tubuh
di antara sel darah.
Dengan menggunakan Activa Silhourette akan menjadikan kulit
mulus, sehingga tampil khususnya dengan rias pengantin Bali
menjadi lebih meyakinkan.
Workshop yang diikuti sekitar seratus peserta dari kalangan
pebisnis salon, dan umum, pada kesempatan itu, juga tersedia
beberapa produk kosmetik dari Sopie Martin. * gun