Badung (BisnisBali) –Gaya hidup
masyarakat yang makin berkembang, tak sebatas pada persoalan
fashion semata, namun juga menyangkut selera dan selektivitas
mereka dalam memilih dan menata ruangan rumah, baik dengan
perabotan seperti, sofa, korden dan aksesori lainnya agar
tampak menarik dan betah ditempati.
“Memilih interior sofa salah satunya dengan desain
kain yang sesuai selera, merupakan bagian dari gaya hidup
masyarakat kekinian.
Alasannya, rata-rata kalangan ibu rumah tangga yang concern
dengan penataan ruang tamu, tidur, dan ruangan lainnya rumah
mereka, cenderung disebabkan pola pikir mereka yang modern.
Di samping itu, lewat rancangan interior yang apik, ada
pesan yang ingin disampaikan kepada kawan-kawan atau kerabat
yang suatu saat bertamu ke tempatnya, kalau mereka memiliki
selera beda yang ditampilkan dalam wujud nuansa ruangan
yang indah dan betah untuk ditempati,” ujar Firmansyah,
salah seorang pengusaha sofa, baru-baru ini.
Ia mengungkapkan, memilih sofa yang sesuai dengan kebutuhan
memang relatif sulit. Ini mesti disesuaikan dengan luas
ruangan, juga nuansa yang ingin ditampilkan.
Rata-rata di zaman kekinian, sofa besar menjadi pilihan
sebagian besar orang. Alasan mereka, selain nyaman diduduki,
juga memberikan kesan mewah, dengan corak kain yang atraktif,
atau polos dengan satu dua warna saja. Bagi sebagian orang,
ada juga yang menyukai sofa dalam ukuran minimalis.
Selain menyesuaikan dengan ukuran ruangan, juga tetap proporsional
dan ergonomis memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tamu
yang akan mendudukinya.
Pengusaha sofa lainnya, Wayan Artana menambahkan, kendati
bentuknya cenderung tetap kotak, tapi warna, corak kain,
yang atraktif tetap mampu memberikan kenyamanan bagi penggunanya.
Dituturkan, sejak tahun 1980-an orang masih banyak menggunakan
sofa terbuat dari kayu, rotan, yang dibalut apik dengan
jenis kain tebal bermotif garis-garis, maupun dengan gambar
tertentu untuk menampilkan kesan atraktif.
Rata-rata gaya sofa untuk interior ruangan merupakan pengaruh
Eropa. Sofa gaya Amerika juga cukup diminati.
Meski ukurannya tak berbeda dengan sofa gaya Eropa, desain
sofa gaya Amerika lebih sederhana daripada Eropa. Selain
pada desain bentuknya yang lebih sederhana (tidak banyak
menggunakan ukiran- ukiran yang rumit), corak kain pelapisnya
juga berbeda.
Kalau sofa gaya Eropa, biasanya digunakan corak kain bermotif.
Sementara kain pelapis sofa Amerika lebih sederhana, bahkan
cenderung polos dengan warna netral seperti cokelat dengan
berbagai gradasinya.
Sekitar tahun 1990-an desain sofa yang banyak disukai orang
sudah berubah lagi.
Umumnya pasangan muda lebih memilih sofa bergaya modern
yang bentuknya cenderung ramping dan tidak banyak pernak-perniknya.
“Kain pelapis sofa juga mengenal tren.
Mereka yang menyukai sofa gaya klasik biasanya suka pelapis
bermotif garis, kotak, bunga, sampai polkadot. Tren kain
pelapis itu banyak dipakai pada tahun 1980-an sampai awal
1990-an.
Menuju tahun 2000, orang lebih banyak memilih kain pelapis
sofa tanpa motif atau polos
. Permainan aksen muncul lewat tekstur kainnya,”
katanya.
Soal warna, lanjutnya sekitar dua tahun lalu orang masih
suka memakai kain tenun berwarna cerah, seperti merah, hijau,
atau biru menyala, kini selera pasar tampaknya kembali ke
motif sederhana (polos dan garis) dengan warna lebih netral
seperti cokelat susu, biru muda, atau krem.
Warna terang masih disukai orang untuk memberi efek dekoratif
pada ruangan, seperti kain tenun untuk korden atau bantal-bantal.
Korden
Pemilihan korden juga sangat lekat dengan selera orang yang
bervariasi. Ada yang menyukai korden halus dengan warna
alami, ada juga yang menyukai bahan tebal atau natural,
dengan warna alam.
Penjual berbagai korden, M Supardi mengatakan, korden banyak
dipilih sebagai pelengkap interior rumah, desain dan motifnya
yang beragam, juga dapat mempercantik penampilan ruangan.
Karenanya, mereka yang selektif, akan berusaha menyesuaikan
dengan warna tembok rumah, juga lampu yang digunakan.
Ia menilai, bisnis korden cukup memiliki pasar yang cerah
karena terimbas perkembangan gaya hidup masyarakat, khususnya
dalam menata interior rumah agar apik dan menarik.
“Gaya hidup masyarakat yang terus berkembang, tak
hanya sebatas pada kebutuhan fashion dan apresiasi diri
lainnya, juga cukup memberikan dampak positif pada bisnis
interior ruangan,” imbuhnya. *gun