28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 

::Gaya Hidup
Gaya Hidup tak Sebatas Persoalan “Fashion”

Badung (BisnisBali) –Gaya hidup masyarakat yang makin berkembang, tak sebatas pada persoalan fashion semata, namun juga menyangkut selera dan selektivitas mereka dalam memilih dan menata ruangan rumah, baik dengan perabotan seperti, sofa, korden dan aksesori lainnya agar tampak menarik dan betah ditempati.

“Memilih interior sofa salah satunya dengan desain kain yang sesuai selera, merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat kekinian.

Alasannya, rata-rata kalangan ibu rumah tangga yang concern dengan penataan ruang tamu, tidur, dan ruangan lainnya rumah mereka, cenderung disebabkan pola pikir mereka yang modern.

Di samping itu, lewat rancangan interior yang apik, ada pesan yang ingin disampaikan kepada kawan-kawan atau kerabat yang suatu saat bertamu ke tempatnya, kalau mereka memiliki selera beda yang ditampilkan dalam wujud nuansa ruangan yang indah dan betah untuk ditempati,” ujar Firmansyah, salah seorang pengusaha sofa, baru-baru ini.

Ia mengungkapkan, memilih sofa yang sesuai dengan kebutuhan memang relatif sulit. Ini mesti disesuaikan dengan luas ruangan, juga nuansa yang ingin ditampilkan.

Rata-rata di zaman kekinian, sofa besar menjadi pilihan sebagian besar orang. Alasan mereka, selain nyaman diduduki, juga memberikan kesan mewah, dengan corak kain yang atraktif, atau polos dengan satu dua warna saja. Bagi sebagian orang, ada juga yang menyukai sofa dalam ukuran minimalis.

Selain menyesuaikan dengan ukuran ruangan, juga tetap proporsional dan ergonomis memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tamu yang akan mendudukinya.
Pengusaha sofa lainnya, Wayan Artana menambahkan, kendati bentuknya cenderung tetap kotak, tapi warna, corak kain, yang atraktif tetap mampu memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

Dituturkan, sejak tahun 1980-an orang masih banyak menggunakan sofa terbuat dari kayu, rotan, yang dibalut apik dengan jenis kain tebal bermotif garis-garis, maupun dengan gambar tertentu untuk menampilkan kesan atraktif.

Rata-rata gaya sofa untuk interior ruangan merupakan pengaruh Eropa. Sofa gaya Amerika juga cukup diminati.

Meski ukurannya tak berbeda dengan sofa gaya Eropa, desain sofa gaya Amerika lebih sederhana daripada Eropa. Selain pada desain bentuknya yang lebih sederhana (tidak banyak menggunakan ukiran- ukiran yang rumit), corak kain pelapisnya juga berbeda.

Kalau sofa gaya Eropa, biasanya digunakan corak kain bermotif. Sementara kain pelapis sofa Amerika lebih sederhana, bahkan cenderung polos dengan warna netral seperti cokelat dengan berbagai gradasinya.
Sekitar tahun 1990-an desain sofa yang banyak disukai orang sudah berubah lagi.

Umumnya pasangan muda lebih memilih sofa bergaya modern yang bentuknya cenderung ramping dan tidak banyak pernak-perniknya.
“Kain pelapis sofa juga mengenal tren.

Mereka yang menyukai sofa gaya klasik biasanya suka pelapis bermotif garis, kotak, bunga, sampai polkadot. Tren kain pelapis itu banyak dipakai pada tahun 1980-an sampai awal 1990-an.

Menuju tahun 2000, orang lebih banyak memilih kain pelapis sofa tanpa motif atau polos

. Permainan aksen muncul lewat tekstur kainnya,” katanya.
Soal warna, lanjutnya sekitar dua tahun lalu orang masih suka memakai kain tenun berwarna cerah, seperti merah, hijau, atau biru menyala, kini selera pasar tampaknya kembali ke motif sederhana (polos dan garis) dengan warna lebih netral seperti cokelat susu, biru muda, atau krem.

Warna terang masih disukai orang untuk memberi efek dekoratif pada ruangan, seperti kain tenun untuk korden atau bantal-bantal.

Korden
Pemilihan korden juga sangat lekat dengan selera orang yang bervariasi. Ada yang menyukai korden halus dengan warna alami, ada juga yang menyukai bahan tebal atau natural, dengan warna alam.
Penjual berbagai korden, M Supardi mengatakan, korden banyak dipilih sebagai pelengkap interior rumah, desain dan motifnya yang beragam, juga dapat mempercantik penampilan ruangan.

Karenanya, mereka yang selektif, akan berusaha menyesuaikan dengan warna tembok rumah, juga lampu yang digunakan.
Ia menilai, bisnis korden cukup memiliki pasar yang cerah karena terimbas perkembangan gaya hidup masyarakat, khususnya dalam menata interior rumah agar apik dan menarik.

“Gaya hidup masyarakat yang terus berkembang, tak hanya sebatas pada kebutuhan fashion dan apresiasi diri lainnya, juga cukup memberikan dampak positif pada bisnis interior ruangan,” imbuhnya. *gun

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost