Denpasar (BisnisBali) –Untuk menghindari
serangan migrain atau pusing sebelah, sebaiknya masyarakat
mengkonsumsi makanan dengan kandungan gizi seimbang dan
membatasi mengkonsumsi makanan dengan tambahan bahan penyedap
rasa buatan.
Pasalnya, makanan berpenyedap rasa termasuk salah satu
pemicu timbulnya sakit kepala.
Menurut dosen gizi Politekkes Denpasar, Ida Ayu Eka Padmiari,
S.KM., M.Kes., Jumat (27/4) kemarin, bahan makanan lain
yang sebaiknya dihindari atau dibatasi penggunaannya adalah
makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), zat amines,
nitrit, aspartam hingga makanan yang diawetkan seperti ikan,
daging, hotdog, dan lain-lain.
“Makanan yang mengandung bahan kimiawi, zat pewarna,
kacang-kacangan atau biji-bijian, kafein, es krim, alkohol,
asparagus merah, anggur merah, buah almond, roti segar termasuk
bagian yang harus dibatasi,” ujarnya.
Penyebab pasti migrain, kata Dayu, saat ini belum diketahui
secara pasti. Namun, ada beberapa faktor sebagai penyebab
migrain. Misalnya, salah dalam mengatur pola makan dan jenis
makanan yang dikonsumsi. Sementara itu dari gaya hidup di
antaranya, terlambat makan, selalu hidup dalam ketegangan
dan kecemasan, kelelahan, kurang tidur.
Perubahan hormonal misalnya masa pubertas, menstruasi,
kehamilan, menopause, pemakaian pil KB juga dapat menjadi
pemicu migrain.
Walaupun banyak faktor yang memicu timbulnya migrain, kata
Dayu, jenis penyakit ini dapat disembuhkan atau minimal
dikurangi.
Masyarakat sebaiknya mengubah pola hidup dan gaya hidup
sehari-hari.
Salah satu jalan mengkonsumsi makanan sehat, segar dan cukup
gizi.
Sebab, mengkonsumsi makanan dan minuman yang nilai gizinya
seimbang dapat menambah energi sehingga sakit kepala tidak
akan menyerang.
Pencegahan yang lain dengan melakukan diet makanan yang
diduga sebagai penyebab migrain.
Pengobatan lain dapat berupa psikoterapi, latihan relaksasi,
biofeedback, akupuntur dan pijat.
“Melatih terus relaksasi ini bisa dilakukan sebagai
tindakan langkah pencegahan.
Relaksasi akan memperlancar aliran energi dan darah yang
lebih lancar sehingga otot-otot akan mengendor,” katanya.
*dik