Amlapura (BisnisBali)-Pertamina mengaku
sudah siap dalam menggelar program konversi minyak tanah
(MT) ke kompor elpiji pada awal Mei 20007 ini. Pertamina
hanya menyediakan bahan bakar gas elpiji untuk kemasan 3
kilogram.
Meski program konversi tersebut kian dekat dan Pertamina
sudah menyatakan kesiapan, hingga kini barang (tabung dan
kompor gas) yang akan disalurkan kepada pengguna MT satu
pun belum tersedia.
Menurut General Manager Pertamina Unit Pemasaran V Surabaya,
Djoko Prasetyo, konversi MT ke kompor elpiji merupakan program
pemerintah. Porsi Pertamina pada program tersebut hanya
menyediakan bahan bakar gasnya.
Sementara untuk penyaluran kompor tidak wewenang Pertamina,
tetapi berada pada instansi lainnya.
Jika melihat dari pengalaman program konversi tersebut
di Jakarta, penyaluran kompor gas diserahkan kepada instansi
usaha kecil dan menengah.
Kalau di daerah-daerah mungkin diserahkan kepada Dinas
Koperasi. ‘’Pertamina sudah menggelar program
konversi ini, namun kami tidak bisa jalan sendiri.
Pengadaan konpor dan tabung elpiji berda pada instansi
lain. Hal ini yang mesti disinkronkan. Kami berharap pada
awal Mei ini konversi MT ke kompor elpiji sudah bisa digelar
di Bali dengan skala terbatas,’’ ujarnya, didampingi
Kepala Cabang Pertamina Unit Pemasaran V Denpasar, Ageng
Giriyono, S.E., M.M., usai menyerahkan paket makanan tambahan
balita, di Karangasem, Jumat (27/4) kemarin.
Kata Ageng, untuk tahap pertama ini Bali akan diberikan
jatah tabung elpiji 3 kilogram beserta kompornya secara
gratis.
Jumlah elpiji yang akan dikonversikan mencapai 20 metrik
ton. Jatah sebesar 20 metrik ton elpiji tersebut kurang
lebih setara dengan 35 KL minyak tanah.
‘’Pada tahap awal ini, kompor dan tabung elpiji
gratis tersebut akan disebar di empat kecamatan di Denpasar.
Jumlah elpiji yang dikonversikan mencapai 20 matrik ton
atau setara dengan 35 KL minyak tanah.
Kami berharap program ini tidak tertunda lagi,’’
jelasnya.
Secara teknis, kata Ageng, masyarakat yang menggunakan MT
dan nantinya mendapatkan kompor gas beserta tabung elpiji
secara gratis, telah didata oleh tim independen.
Pendataan tersebut, menurut dia, sudah dilakukan pada
waktu sebelumnya.
Namun dalam penyaluran kompor dan tabung elpiji, diserahkan
kepada Dinas Koperasi atau instansi lain yang ditunjuk oleh
pemerintah.
Namun ketika ditanya tentang data yang digunakan dalam
memberikan kompor gas dan elpiji kepada pengguna minyak
tanah, Ageng menyerahkan kepada instansi yang telah ditunjuk
oleh pemerintah.
Namun data yang telah dimiliki oleh instansi tersebut
mesti dipadukan dengan data yang ada di tim independen.
*nat