28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 


Pertamina Siap Gelar Konversi MT ke Elpiji

Amlapura (BisnisBali)-Pertamina mengaku sudah siap dalam menggelar program konversi minyak tanah (MT) ke kompor elpiji pada awal Mei 20007 ini. Pertamina hanya menyediakan bahan bakar gas elpiji untuk kemasan 3 kilogram.

Meski program konversi tersebut kian dekat dan Pertamina sudah menyatakan kesiapan, hingga kini barang (tabung dan kompor gas) yang akan disalurkan kepada pengguna MT satu pun belum tersedia.

Menurut General Manager Pertamina Unit Pemasaran V Surabaya, Djoko Prasetyo, konversi MT ke kompor elpiji merupakan program pemerintah. Porsi Pertamina pada program tersebut hanya menyediakan bahan bakar gasnya.

Sementara untuk penyaluran kompor tidak wewenang Pertamina, tetapi berada pada instansi lainnya.

Jika melihat dari pengalaman program konversi tersebut di Jakarta, penyaluran kompor gas diserahkan kepada instansi usaha kecil dan menengah.

Kalau di daerah-daerah mungkin diserahkan kepada Dinas Koperasi. ‘’Pertamina sudah menggelar program konversi ini, namun kami tidak bisa jalan sendiri.

Pengadaan konpor dan tabung elpiji berda pada instansi lain. Hal ini yang mesti disinkronkan. Kami berharap pada awal Mei ini konversi MT ke kompor elpiji sudah bisa digelar di Bali dengan skala terbatas,’’ ujarnya, didampingi

Kepala Cabang Pertamina Unit Pemasaran V Denpasar, Ageng Giriyono, S.E., M.M., usai menyerahkan paket makanan tambahan balita, di Karangasem, Jumat (27/4) kemarin.

Kata Ageng, untuk tahap pertama ini Bali akan diberikan jatah tabung elpiji 3 kilogram beserta kompornya secara gratis.

Jumlah elpiji yang akan dikonversikan mencapai 20 metrik ton. Jatah sebesar 20 metrik ton elpiji tersebut kurang lebih setara dengan 35 KL minyak tanah.

‘’Pada tahap awal ini, kompor dan tabung elpiji gratis tersebut akan disebar di empat kecamatan di Denpasar.

Jumlah elpiji yang dikonversikan mencapai 20 matrik ton atau setara dengan 35 KL minyak tanah.

Kami berharap program ini tidak tertunda lagi,’’ jelasnya.
Secara teknis, kata Ageng, masyarakat yang menggunakan MT dan nantinya mendapatkan kompor gas beserta tabung elpiji secara gratis, telah didata oleh tim independen.

Pendataan tersebut, menurut dia, sudah dilakukan pada waktu sebelumnya.

Namun dalam penyaluran kompor dan tabung elpiji, diserahkan kepada Dinas Koperasi atau instansi lain yang ditunjuk oleh pemerintah.

Namun ketika ditanya tentang data yang digunakan dalam memberikan kompor gas dan elpiji kepada pengguna minyak tanah, Ageng menyerahkan kepada instansi yang telah ditunjuk oleh pemerintah.

Namun data yang telah dimiliki oleh instansi tersebut mesti dipadukan dengan data yang ada di tim independen. *nat

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost