Badung (BisnisBali) -Intermediasi dengan
jalan memperbanyak penyaluran kredit ke sektor real sesuai
harapan pemerintah dapat dilakukan Bank Perkreditan Rakyat
(BPR) Udiyana Putra, Kuta Badung.
Di sisi lain, BPR ini juga mampu menekan nonperforming
loan (NPL) sampai di bawah 5 persen.
Bank Udiyana Putra kini sedang menjajaki linkage program
dengan BNI 1946.
Pemberian plafon kredit linkage program di BNI 46 mampu
memberi napas BPR untuk melakukan intermediasi.
Menurut Direktur Bank Udiyana Putra, Kuta, Agus Prima Wardana,
S.E., M.M., upaya menghindari jangan sampai terjadi suatu
kontroversial antara intermediasi dan usaha menekan NPL,
BPR mesti dikelola secara profesional.
Sebab, BPR hingga kini masih menjadi kebutuhan masyarakat
pelaku UMK.
Menurutnya, BPR merupakan lembaga keuangan yang paling dekat
dengan masyarakat terbawah.
Walaupun intermediasi terus dilaksanakan secara berkelanjutan,
Bank Udiyana Putra juga tetap menganut sistem kehati-hatian.
Sistem ini tidak menimbulkan kontroversi.
Menyinggung peran linkage program BPR dengan bank umum terkait
dengan intermediasi dan penurunan angka NPL, Agus Prima
Wardana membenarkan, lingkage program BPR dengan bank umum
sangat membantu. *dra
|