28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Naik, Perolehan Devisa Sektor Perkebunan Bali
Denpasar (BisnisBali) –Sektor perkebunan Bali menghasilkan devisa 408 ribu dolar AS selama Januari-Maret 2007, atau naik 71,2 persen jika dibandingkan periode sama 2006 yang mencapai 238 ribu dolar.

Perdagangan hasil perkebunan tidak lagi menjadi andalan ekspor nonmigas Bali, akibat perolehan devisanya relatif sedikit jika dibandingkan sektor lainnya, kata laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Jumat (27/4) kemarin.

Vanili produksi petani Bali pernah menjadi salah satu andalan ekspor daerah ini tahun 1990-an, namun menjadi sirna sejak tanaman milik rakyat itu terserang penyakit busuk batang yang tidak bisa tuntas hingga kini.

Petani enggan menanam tanaman tersebut karena tidak adanya bibit yang bebas penyakit, walaupun ada luasnya relatif sedikit sehingga produksinya juga rendah dan tipis kemungkinan bisa memasuki pasar antarbangsa.

Vanili yang diekspor dari Bali kemungkinan adalah produksi petani luar daerah, itu pun jumlahnya relatif sedikit hanya 22 ton seharga 383 ribu dolar AS selama Januari-Maret 2007 atau naik 64 persen dari periode sama 2006.

Ekspor kopi mulai ada pertambahan nilai menjadi 24 ribu dolar tiga bulan pertama 2007 hasil pengapalan dua ton atau naik 457 persen dari periode sama 2006 yang hanya 4.320 dolar atas pengapalan 680 kg.

Kopi hasil perkebunan rakyat yang ada di daerah pegunungan di Bali seperti Kintamani, Bangli sebagian besar diekspor ke Prancis melalui eksportir di Jawa Timur sehingga kemungkinan tidak banyak tercatat di Bali. *ant

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost