Denpasar (BisnisBali) –Meski dragon
fruits atau tanaman buah naga ini cukup mudah dalam perawatannya,
namun tetap saja tanaman buah naga tidak bisa lepas dari
pemberian pupuk alami dari kotoran hewan.
Pasalnya, makin sering diberi pupuk maka pertumbuhan tanaman
buah naga akan makin subur dan cepat menghasilkan buah.
“Jika kita bandingkan dengan tanaman berbuah lainnya,
tanaman buah naga bisa dikatakan pemakan pupuk kandang yang
paling rakus,” tutur Arya, pebisnis dan pembudidaya
tanaman buah naga, Jumat (27/4) kemarin.
Terang Arya, untuk sepohon tanaman buah naga setidaknya
memerlukan sampai satu karung pupuk kandang selama sebulan.
Bisa dibayangkan jika mengembangkan tanaman buah naga di
lahan yang luasnya mencapai hektaran, bisa dipastikan pupuk
kandang yang dibutuhkan mencapai puluhan karung per bulannya.
Jelasnya, hal tersebut memang masuk akal karena hidup tanaman
buah naga ini mampu menyimpan hara atau nutrisi untuk menghasilkan
daging buah.
Katanya, tanaman buah naga membutuhkan asupan hara di area
perakaran yang luas agar bisa bertahan sepanjang tahun,
sementara penggunaan kompos ini efektif untuk mengikat hara
di tanah berpasir dan memperbaiki struktur tanah.
Lanjutnya, jenis buah naga sendiri di pasaran tersedia
dengan empat macam jenis, pertama buah naga daging putih
(Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus
polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis)
dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus).
“Dari empat jenis tanaman buah naga, umumnya baru
dua jenis saja yang ada di pasaran yaitu Hylocereus undatus
dan Hylocereus polyrhizus yang banyak dikembangkan di Bali,”
ujarnya.
Mudiana, pebisnis tanaman hias dan juga mengembangkan buah
naga mengungkapkan hal sama. Makin sering tanaman ini diberi
pupuk kandang, pertumbuhan batang tanaman akan nampak kokoh
dan tidak mengkerut sehingga akan berdampak pada produktivitas
buah.
Katanya, untuk jenis pupuk kandang yang baik diberikan
pada tanaman buah naga adalah bersumber dari kotoran sapi
maupun kambing.
Imbuhnya, kedua jenis pupuk kandang ini sangat cocok karena
kotoran sapi maupun kambing sama-sama memiliki unsur yang
panas atau menghangatkan media tanam.
Hal tersebut, menurutnya, sangat pas karena tanaman buah
naga umumnya hanya tumbuh baik pada kondisi lahan yang tidak
lembab, hampir sama dengan kondisi lahan untuk tanaman kaktus
yang hidup di gurun. *man