Denpasar (BisnisBali) –Perdagangan
buah-buahan ke luar negeri kini mencatat prestasi spektakuler.
Pasalnya sebelumnya ekspor komoditi ini lebih sering jeblok,
pada periode Januari-Maret 2007 naik cukup tajam hingga
mencapai 987,75 persen.
Menurut Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian
dan Perdagangan Propinsi Bali, Ni Wayan Kusumawathi, pada
periode Januari-Maret 2007 buah-buahan mampu menyumbang
devisa sebesar 401.026,19 dolar AS dari hasil penjualan
796.651 kg.
Pada periode yang sama tahun lalu hanya 36.867,52 dolar
AS dari hasil penjualan 82.295 kg berbagai jenis buah.
Hal ini, kata dia, membuktikan bahwa kualitas buah produk
Indonesia dan Bali khususnya tidak kalah dengan impor.
Karena itu, diharapkan masyarakat Bali tidak lagi memandang
buah lokal dengan sebelah mata. Tetapi, sebaliknya harus
memprioritaskan kemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Siapa lagi yang disuruh mencintai buah kita, kalau
bukan kita,” saran Kusumawathi ketika ditemui di Renon,
Jumat (27/4) kemarin.
Guna merangsang importir di luar negeri tetap menyukai buah
Indonesia, dia mengimbau petani dan kalangan eksportir buah
agar tetap menjaga kualitas dan kontinuitas.
Soalnya yang kedua faktor tersebut sering menjadi ganjalan
buat buah Indonesia saat diperdagangkan ke luar negeri.
Menurut dia, selain kualitas dan kontinuitas terbatasnya
jenis buah yang bisa menembus pasar ekspor juga menjadi
tantangan bagi ekspor buah-buahan selama ini. Untuk itu,
perlu diadakan survai mengapa baru beberapa jenis saja yang
bisa tembus.
Padahal, Indonesia memiliki ratusan jenis buah yang bisa
dijadikan untuk memenuhi konsumsi masyarakat dunia.
Dikatakan, hingga saat ini baru beberapa jenis buah yang
sudah bisa menembus pasar ekspor, di antaranya, manggis,
rambutan dan kadang-kadang mangga.
Sementara yang meminati buah-buahan Indonesia hanya terbatas
pada negara-negara kawasan Eropa, AS, dan Asia. Salah satu
negara yang sampai saat ini rutin mengimpor buah dari Indonesia
khususnya Bali adalah Jerman, Italia, Spanyol, Amerika Serikat,
New Caledonia, dan Cina.
“Kini untuk meningkatkan nilai ekspor sekaligus
menambah pendapatan devisa dari buah-buahan adalah meningkatkan
kualitas, menambah variasi jenis buah yang diekspor serta
perluasan pasar,” tambahnya. *cip