28 April 2007  
Home
Berita Terkini

 

Agro & Hobi
Ekspor Buah-buahan Naik Tajam 987,75 Persen

Denpasar (BisnisBali) –Perdagangan buah-buahan ke luar negeri kini mencatat prestasi spektakuler.

Pasalnya sebelumnya ekspor komoditi ini lebih sering jeblok, pada periode Januari-Maret 2007 naik cukup tajam hingga mencapai 987,75 persen.

Menurut Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali, Ni Wayan Kusumawathi, pada periode Januari-Maret 2007 buah-buahan mampu menyumbang devisa sebesar 401.026,19 dolar AS dari hasil penjualan 796.651 kg.

Pada periode yang sama tahun lalu hanya 36.867,52 dolar AS dari hasil penjualan 82.295 kg berbagai jenis buah.
Hal ini, kata dia, membuktikan bahwa kualitas buah produk Indonesia dan Bali khususnya tidak kalah dengan impor.

Karena itu, diharapkan masyarakat Bali tidak lagi memandang buah lokal dengan sebelah mata. Tetapi, sebaliknya harus memprioritaskan kemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Siapa lagi yang disuruh mencintai buah kita, kalau bukan kita,” saran Kusumawathi ketika ditemui di Renon, Jumat (27/4) kemarin.

Guna merangsang importir di luar negeri tetap menyukai buah Indonesia, dia mengimbau petani dan kalangan eksportir buah agar tetap menjaga kualitas dan kontinuitas.

Soalnya yang kedua faktor tersebut sering menjadi ganjalan buat buah Indonesia saat diperdagangkan ke luar negeri.

Menurut dia, selain kualitas dan kontinuitas terbatasnya jenis buah yang bisa menembus pasar ekspor juga menjadi tantangan bagi ekspor buah-buahan selama ini. Untuk itu, perlu diadakan survai mengapa baru beberapa jenis saja yang bisa tembus.

Padahal, Indonesia memiliki ratusan jenis buah yang bisa dijadikan untuk memenuhi konsumsi masyarakat dunia.
Dikatakan, hingga saat ini baru beberapa jenis buah yang sudah bisa menembus pasar ekspor, di antaranya, manggis, rambutan dan kadang-kadang mangga.

Sementara yang meminati buah-buahan Indonesia hanya terbatas pada negara-negara kawasan Eropa, AS, dan Asia. Salah satu negara yang sampai saat ini rutin mengimpor buah dari Indonesia khususnya Bali adalah Jerman, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, New Caledonia, dan Cina.

“Kini untuk meningkatkan nilai ekspor sekaligus menambah pendapatan devisa dari buah-buahan adalah meningkatkan kualitas, menambah variasi jenis buah yang diekspor serta perluasan pasar,” tambahnya. *cip

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost