15 Maret 2007  
Home
Berita Terkini

 

Modal Pas-pasan, Moge Bekas Jadi Alternatif
Denpasar (BisnisBali) -Peluang bisnis motor gede (moge) bekas hingga saat ini masih cukup baik. Merek-merek yang sudah ternama di pasaran, terutama produk Jepang dan Amerika, seperti merek Honda, Suzuki, Kawasaki dan Harley Davidson merupakan merek-merek kendaraan yang cukup laku di pasaran otomotif belakangan ini. ‘’Kepemilikan motor besar telah menjadi tren di daerah ini. Tak hanya kalangan ekonomi atas, masyarakat biasa pun yang bermodal pas-pasan bisa memiliki moge dengan cara membeli bekasnya. Dengan modal Rp 15 juta saja, konsumen sudah bisa memiliki moge,’’ ujar salah seorang penyedia moge bekas, Made Darmawan di seputaran Denpasar, Rabu (14/3) kemarin. Lanjut Darmawan, saat ini harga jual moge bekas cenderung makin murah dan terjangkau untuk semua kalangan. Hal ini dikarenakan inovasi baru di bidang teknologi otomotif terus berkembang, sehingga hampir setiap bulan muncul produk-produk moge baru di pasaran. Harganya pun makin menantang sesuai tipe dan modelnya yang terbaru. Untuk Moge bekas Suzuki Bandit 400 CC tahun 1992 misalnya, kini bisa didapatkan dengan harga berkisar Rp 15 juta (of the road). Demikian juga merek moge bekas lainnya sangat bersaing, baik dari segi harga, keunggulan, maupun aksesorinya yang makin menarik simpati konsumen.
‘’Jika konsumen menginginkan moge bekas tersebut dilengkapi dengan surat-surat agar bisa digunakan di jalan raya, konsumen cukup menambah uangnya sekitar Rp 2,5 juta saja,’’ ungkapnya.
Produk yang ditawarkan, mulai dari model copper, sport, fat boy, classic, modern, serta lainnya dengan berbagai tipe dan merek. Animo masyarakat di daerah ini terhadap moge bekas saat ini makin tinggi. Hal ini tak dapat dihindari karena sebagian orang, khususnya kalangan anak muda menganggap mengendarai moge akan menambah percaya diri (pede) di jalan raya. Di samping itu, memiliki moge akan mengangkat derajat sang pemilik. ‘’Peluang bisnis penjualan moge memang menjanjikan, namun diperlukan ketekunan dan profesionalisme di bisnis ini, agar tak kalah saing dengan penjual moge bekas lainnya,’’ ungkapnya.
Darmawan mengakui, penjualan moge bekas cukup prospektif saat ini. Ada kecenderungan, kalangan anak muda lebih suka gonta-ganti moge, mengingat anak muda sangat mudah mengikuti tren masa kini. Moge bekas jenis sport misalnya banyak mereka cari. Walaupun harganya mencapai Rp 70 juta per unit, mereka tak takut melepas uangnya karena kepentingan dan gengsi terhadap teman atau kerabatnya.
Tak hanya moge baru yang banyak dicari konsumen. Tetapi bagi mereka yang pas-pasan modal, dengan membeli moge bekas pun tak jadi soal. Selain harganya lebih miring, inovasinya juga tak kalah tren dari moge yang berkembang. Rata-rata hampir setiap bulan pihaknya mendatangkan moge bekas langsung dari Yogyakarta sebanyak 3-5 unit dari berbagai tipe dan merek.
Hal senada diungkapkan Mulyono, salah seorang penjual moge bekas lainnya. ‘’Sektor otomotif berkembang pesat saat ini. Hal ini bisa dilihat, hampir setiap saat muncul produk mobil dan motor baru di pasaran,’’ ujarnya.
Lanjut Mulyono, fenomena kemunculan beberapa produk moge bekas belakangan ini bisa dilihat, tak semua moge mampu mempertahankan kepercayaan konsumen, karena setelah dipakai ternyata mutu moge tersebut tak sesuai harapan. Pengalaman ini, sepatutnya bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi konsumen, dalam memilih moge bekas.
*aya

Harga Moge Bekas;

Suzuki Bandit 400 cc th 1992 Rp 15 juta
Suzuki GSXR 750 cc th 1992 Rp 18 juta
Suzuki GSX 750 cc th 1998 Rp 36 juta
Honda CBR 400 cc th 1992 Rp 17,5 juta
Honda Steed 400 cc th 1996 Rp 17 juta

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost