20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

Irigasi tak Miliki Standar Bali Peluang Terjadi Banjir Besar
Denpasar (BisnisBali) –Ibu Kota Indonesia (Jakarta) tiap lima tahun sekali terjadi banjir. Berawal dari banjir yang volumenya kecil kemudian terus meningkat. Sampai banjir yang sekarang sedang melanda Jakarta dan sekitarnya sudah dalam kondisi sangat besar (sampai ketinggian 4 meter). Bali berpeluang terjadi banjir seperti di Jakarta. Hal ini terlihat dari kondisi irigasi yang ada sekarang sudah tidak memiliki standar lagi. Untuk menghindari terjadinya banjir, mesti dilakukan pembenahan irigasi (saluran air) secara berkesinambungan. Hal ini dikatakan Wakil Sekretaris II DPD Real Estat Indonesia (REI) Bali, Ir. Wayan Suantra, Senin (19/2) kemarin. di Denpasar.
Menurut Suantra, jika Bali tidak ingin seperti kejadian banjir di Jakarta, sudah saatnya berbenah melakukan tindakan penanggulangan banjir. Penataan dan penanganan seperti ini mesti dilakukan secara global. Artinya, untuk menangani dan menanggulangi masalah banjir dilakukan secara sepotong-sepotong, maka permasalahan tidak terpecahkan. Sebab, masalah perairan harus ditata mulai hulu sampai ke hilir.
‘’Sekarang ini memang sudah ada penanggulangan dan penataan saluran air, tetapi masih terpotong-potong. Terbukti, dalam satu daerah/kawasan saja sudah tak tertata dengan baik. Itu artinya, penanganan yang dilakukan baru sebagian dan terpotong-potong,’’ tegasnya.
Selain masalah irigasi, masing-masing kawasan memiliki daya serap kecil. Sehingga datang air bah yang besar, kawasan tidak mampu lagi menyerap air yang melebihi kapasitas. Hal lainnya yang perlu mendapat perhatian serius, condetan sekarang ini sangat minim, sehingga sering terjadi banjir.
‘’Permasalahan mengenai banjir adalah klasik. Hampir tiap musim hujan terjadi banjir dan banyak masyarakat yang menginginkan terjadinya penataan dan penanggulangan banjir. Pemerintahlah satu-satunya tempat masyarakat berharap banyak agar di Bali tidak terjadi banjir,’’ katanya.
Suantra mengatakan, banyak hal yang mudah dilakukan penataan dan penanggulangan banjir di Bali. Salah satunya adalah, memperketat proses perizinan. Misalnya, tiap ada pembangunan diwajibkan mencari izin bangunan (IMB). Salah satu persyaratannya adalah irigasi (saluran air). Jika memang ada kontrol dan pengawasan ketat, maka diyakini mampu membantu agar tidak terjadi banjir. Selain proses perizinan, pihak pemerintah perlu meniru sistem irigasi subak. Sebab, sistem subak sudah teruji sejak nenek moyang. Tetapi justru setelah terjadi perubahan ke zaman yang lebih modern, sistem subak terabaikan.
‘’Sistem subak sangat bagus diterapkan dalam kondisi seperti sekarang. Sistem subak akan mampu menanggulangi terjadinya banjir. Ingat menata penanggulangan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu daerah atau kawasan. Perlu dibina koordinasi penanganan bersama,’’ tandasnya. *sta


  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost