20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

::Potensi
Perajin Gong makin Terjepit,Harga Bahan Baku Naik Tajam
Gianyar (BisnisBali) -Hampir selama satu tahun terakhir ini, harga bahan baku kerajinan gambelan Bali (gong) terus mengalami kenaikan di pasaran. Sampai saat ini harganya sudah dua kali lipat bahkan lebih. Tembaga yang sebelumnya harganya Rp 12.000 per kg saat ini sudah mencapai Rp 60.000 per kg. Berarti naiknya sudah lima kali lipat. Sementara bahan baku timah yang awalnya Rp 60.000 per kg kini sudah mencapai Rp 120.000 per kg. Kenaikan harga itu pun nyaris terjadi tiap hari, meski persentasenya tidak begitu tinggi.
I Wayan Gableran, perajin gong, di Getasan Blahbatuh, Senin (19/2) lalu menuturkan, semenjak terus naiknya harga bahan baku pembuatan gong itu, permintaan mata dagangan kerajinan tersebut makin menurun. Terutamanya untuk konsumen dalam negeri (lokal Bali). Untuk konsumen luar negeri (ekspor) sudah merasa sepi semenjak krisis ekonomi sehingga kondisi yang ada sekarang ini, benar-benar membuat perajin menjadi terjepit. ‘’Kalau menaikkan harga pembeli jelas tidak akan mau. Kalau tidak, kami perajin akan bisa gulung tikar,’’ terang Gableran sambil menambahkan, kondisi buruk yang terjadi sekarang ini hampir dialami seluruh perajin gong yang ada di Bali. Menyikapi kondisi sepi sekarang ini, menurut Gableran, pihaknya hanya bisa menunggu pasuh kalau ada gambelan masyarakat yang rusak untuk diperbaiki. Mengingat, membuat gong yang baru hampir tidak mampu dengan makin mahalnya harga. Di samping itu, membuat kerajinan lainnya yang tidak terlalu banyak menghabiskan bahan baku timah maupun tembaga. ‘’Pokoknya biar bisa bertahan saja. Karena mahalnya harga gong membuat daya beli konsumen juga turun,’’ terang I Made Radu, perajin gong lainnya.
Menurutnya, sebelum krisis ekonomi pihaknya banyak mengekspor gong ke pasar mancanegara. Terutama ke negara Eropa dan Amerika Serikat. Ketika itu, omzetnya juga berlipat dengan ramainya permintaan gong dari pasar mancanegara. Namun begitu ada krisis ekonomi serta sepinya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali khususnya, kehidupan perajin gong makin terjepit. *mur
  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost