20 Februari 2007  
Home
Berita Terkini

 

Semester I 2007, NPL BPR Diyakini di Bawah 5 Persen
Denpasar (BisnisBali) -Mulai membaiknya pariwisata Bali awal tahun ini membuat bank perkreditan rakyat (BPR) di Pulau Dewata optimis mampu menurunkan angka kredit macet atau non perfoming loan (NPL) dari 7,26 persen (gross) Desember 2006 menjadi di bawah 5 persen pada semester I tahun ini. Perbaikan kondisi pariwisata diperkirakan akan meningkatkan kemampuan membayar para debitur dan daya serap kredit pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Demikian dikatakan Ketua Perbarindo Bali Made Arya Amitabha di sela-sela pelatihan analisis risiko kredit mikro dan kecil BPR di Sanur, Senin (19/2) kemarin. Arya menjelaskan, ada sejumlah kebijakan yang bisa ditempuh untuk menekan angka kredit macet seperti melakukan analisis kredit secara benar, melakukan pendekatan dengan debitur, melakukan penjadwalan utang dan penyitaan aset. Untuk sementara langkah penyitaan aset debitur belum banyak ditempuh. “Mudah-mudahan dengan pelatihan analisis kredit kepada SDM BPR ini akan efektif untuk menekan terjadinya kesalahan dalam pengeluaran kredit,” ujarnya.
Sementara Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Ketut Sanjaya mengharapkan, momentum pemulihan pariwisata Bali yang mencatat rekor dalam hal kunjungan wisatawan mancanegara Januari lalu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pihak perbankan termasuk BPR. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menekan angka NPL adalah dengan meningkatkan fungsi intermediasi. Ia mengingatkan kepada BPR yang ada dalam menyalurkan kredit tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Kepala Cabang Penanaman Nasional Madani (PNM) Bali I Nyoman Wijana mengatakan akan terus mengintensifkan kerja sama yang selama ini telah dibangun dengan BPR-BPR yang ada di Bali. Selain mengadakan pelatihan untuk SDM BPR, PNM juga telah bekerja sama dalam linkage program dengan sejumlah BPR. Tahun ini PNM menyiapkan dana Rp 150 milyar untuk linkage program ini. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 40 milyar. *bia

  Arsip

copyright bisnisbali.com 2005 all right reserved. Designed, developed and maintained by IT Balipost